Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Nak Bali · 17 Nov 2014 21:37 WITA ·

Yoga Semadhi, Sang Penakluk Ombak Dari Pecatu


					Yoga Semadhi, Sang Penakluk Ombak Dari Pecatu Perbesar

Kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Badung bukan hanya dikenal dengan daya tarik wisata spiritual, Pura Luhur Uluwatu. Belakangan, Pecatu juga mulai tersohor sebagai destinasi wisata dengan daya tarik pantai dan tebing yang indah. Pantai-pantai di wilayah Pecatu dikenal sebagai tempat surfing (berselancar) terbaik di Bali selain Kuta. Pantai Suluban dan Padang-padang merupakan dua tempat di Pecatu yang paling diminati para peselancar. Aneka kontes selancar pun kerap kali digelar di Pecatu, baik bertaraf regional, nasional maupun internasional.

Yoga Semadhi (Foto: dokumentasi pribadi Yoga Semadhi)

Kendati begitu, tak banyak pemuda Pecatu yang menekuni olahraga selancar. I Ketut Yoga Semadhi menjadi salah satu di antara pemuda Pecatu yang menekuni olahraga meniti ombak ini.

Lelaki kelahiran Pecatu, 14 Juli 1989 ini sudah sejak kecil jatuh cinta dengan olahraga selancar. Melihat para wisatawan menari-nari di atas papan selancar sembari memainkan ombak membuat Mega Semadhi –panggilan akrab Yoga Semadhi—tertarik untuk menekuni kegiatan yang penuh tantangan itu.

Hobi berselancar ternyata membuahkan prestasi menggembirakan dalam perjalanan hidup Mega Semadhi. Karena surfing, Yoga Semadhi  pada umur 13 tahun dikirim ke Kepulauan Hawai untuk menimba ilmu dan kemudian dilanjutkan tempat-tempat lainnya yang memiliki ombak terbaik di belahan dunia. Prestasinya pun kian bersinar. Diawali dengan prestasinya sebagai Inodonesian Junior Champion tahun 2005 saat usianya menginjak 16 tahun. Tiga tahun kemudian, Mega Semadhi meraih Juara I Billabong Pro Junior Kuta Reef.

Tak hanya di Bali, Mega Semadhi juga menjajal kemampuannya di luar negeri. Tahun 2011, Mega Semadhi berhasil menempati peringkat II Quicksilver Thailand Pro. Setahun kemudian dia memperbaiki prestasinya di ajang yang sama dengan menyabet peringkat I.

Tahun 2012, dalam ajang Ripcurl Padang-padang Cup, Mega Semadhi menyabet peringkat II. Setahun kemudian, ajang Billabong Pro Balangan menempatkannya di peringkat II serta peringkat III di ajang Siargao International Surfing Cup di Filipina. Pada tahun yang sama, Mega Semadhi juga kembali memperbaiki prestasinya dalam Rip Curl Padang-padang Cup dengan bertengger di peringkat I.

Yang paling berkesan, Mega Semadhi menempati peringkat 5 dalam Asian Surfing Tour 2013. “Ini ajang bergengsi para peselancar tingkat Asia,” kata Mega Semadhi.

Mega Semadhi membuktikan berselancar bukan sekadar hobi, tapi juga prestasi. Bahkan, menurut Mega Semadhi, berselancar juga bisa dijadikan profesi menjanjikan. (b.)

_______________________ 

Penulis: I Made Jagra 
Foto: Istimewa 
Penyunting: I Made Sujaya
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar

8 September 2022 - 17:23 WITA

Sosok Kadek Agung Widnyana Putra, Pemain Bali Penyumbang Gol Timnas Indonesia

4 Juni 2021 - 00:44 WITA

Kadek Agung Widnyana Putra

Nyoman Tusthi Eddy: I Tua yang Setia “Ngulat Gita”

18 Januari 2020 - 23:13 WITA

Nyoman Tusthi Eddy

Jro Mangku Wayan Sudirta: Tukang Cukur Empat Generasi

3 Januari 2020 - 22:39 WITA

I Nyoman Graha Wicaksana: Merawat Kepercayaan

26 Mei 2019 - 09:19 WITA

Nyoman Karya Dibala, Menjaga Roh Seni Pesisir Kusamba

17 April 2018 - 23:09 WITA

Trending di Nak Bali