Suasana berbeda tampak di lingkungan SMAS Pariwisata–PGRI Dawan di Semarapura, Klungkung, pada awal Maret 2026. Di ruang praktik, para siswa tampil percaya diri menunjukkan keterampilan mereka. Ada yang merapikan tempat tidur hotel dengan teknik making bed, ada yang memainkan atraksi juggling, ada pula yang bernyanyi dan berkaraoke. Semua itu menjadi bagian dari Ujian Praktik Kepariwisataan yang rutin digelar sekolah yang lebih dikenal dengan nama SMA Paris tersebut.
Ujian praktik ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu, 4 Maret hingga 6 Maret 2026. Ujian praktik ini melengkapi ujian tulis yang kini dilaksanakan menggunakan handphone atau laptop melalui program Pijar dari Telkomsel.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali yang diwakili Kepala Bidang Sarana, I Ketut Sukerta, S.Pd., M.Pd. Acara ini juga dihadiri pengurus YPLP PGRI Perwakilan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung, pengawas SMA Disdikpora Provinsi Bali, serta sejumlah perwakilan SMP negeri dari Klungkung, Karangasem, dan Bangli.
Dalam pengantarnya, Kepala SMA Paris, Drs. Ida Bagus Gde Parwita, M.Pd. menyampaikan terima kasih atas kehadiran para undangan yang memberi semangat kepada para siswa. Ia juga menyinggung sejarah berdirinya SMAS Pariwisata–PGRI Dawan di Semarapura. Menurutnya, tugas sekolah bukan sekadar membekali siswa dengan keterampilan kepariwisataan.
“Yang lebih utama adalah terbukanya wawasan siswa untuk memperoleh keterampilan hidup sebagai bekal kepada siswa setelah tamat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua YPLP–PGRI Perwakilan Provinsi Bali yang diwakili oleh Sekretaris Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. menekankan bahwa SMA Pariwisata–PGRI Dawan sesungguhnya menyiapkan bekal yang ia sebut sebagai BMW bagi para siswa. BMW yang dimaksud adalah tiga pilihan masa depan bagi lulusan sekolah tersebut: Bekerja, Melanjutkan ke Perguruan Tinggi, atau ber-Wirausaha sendiri.
Dalam sambutannya, perwakilan Disdikpora Provinsi Bali juga menyinggung tentang bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah yang proses penyalurannya sangat ketat. Menurutnya, sejumlah daerah di Bali mendapat prioritas sesuai kondisi kebutuhan masing-masing. Ia kemudian secara resmi membuka pelaksanaan Ujian Keterampilan Praktik Kepariwisataan dan Seni di SMAS Pariwisata–PGRI Dawan, Klungkung.
Sebelum kegiatan table manner, para undangan diajak mengunjungi berbagai departemen praktik kepariwisataan di sekolah tersebut. Di antaranya Food and Beverage Production, Food and Beverage Service, Housekeeping, Front Office, dan Spa.
Di setiap jurusan itu, para siswa yang sedang menjalani ujian tampil penuh semangat. Mereka memperlihatkan kemampuan terbaik di bidangnya masing-masing, mulai dari keterampilan pelayanan hingga atraksi yang menghibur para tamu.
Melalui ujian praktik ini, SMA Paris tidak hanya menguji kemampuan teknis para siswa, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja kepariwisataan. Sebuah bekal penting agar setelah lulus, para siswa benar-benar siap menjalani “BMW”: bekerja, melanjutkan pendidikan, atau membuka usaha sendiri. (ad/bs)
- Teks: Humas SMA Paris
- Foto: Humas SMA Paris
- Penyunting: I Made Sujaya







