Menu

Mode Gelap
Integrasi Literasi dalam Pembelajaran dan Digital Kultur: Workshop Literasi-Numerasi SMPN 1 Selemadeg Timur Tunduk Pada Pararem, LPD Kedonganan Terapkan Laporan Keuangan Adat Bebantenan, Cara Manusia Bali Menjaga Alam Semesta SMAN 1 Ubud dan SMAN 2 Semarapura Juarai Lomba Bulan Bahasa Bali di UPMI Bali Bulan Bahasa Bali VI Jalan Terus, Tapi di Hari Coblosan “Prai” Sejenak

Segara Giri · 6 Mei 2014 21:39 WITA ·

Pura Bukit Sari, Energi Spiritual Hutan Pala Sangeh


					Pura Bukit Sari di tengah Alas Pala, Sangeh, Badung. Perbesar

Pura Bukit Sari di tengah Alas Pala, Sangeh, Badung.

Objek wisata Alas (Hutan) Pala, di Desa Sangeh, KecamatanAbiansemal, Kabupaten Badung tidak saja menghadirkan wisata alam berupa keasrian hutan pala dan kelucuan kera-kera berekor panjang, melainkan juga menawarkan vibrasi spiritual kental. Betapa tidak, di dalam kawasan hutan seluas 14 hektar itu berdiri bersahaja Pura Bukit Sari. Letaknya, tepat pada jalan lurus di pintu masuk yang baru dari Alas Pala.

Seperti halnya Desa Sangeh, sejarah pura ini pun tiada benderang benar. Namun, seperti yang kerap disebut-sebut warga setempat, pura yang juga dikenal dengan nama Pura Pucak Sari ini dibangun sekitar abad ke-17 Masehi. Konon, pura ini dibangun Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti yang merupakan anak angkat dari Raja Mengwi, Cokorda Sakti Blambangan.

Tapa Rare

Seperti dituturkan tokoh masyarakat Sangeh, Drs. IB Dipayana, Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti tengah melakukan tapa rareyakni bertapa dengan meniru perilaku bayi atau anak kecil. Saat melaksanakan tapa itulah, Anglurah Made mendapat pawisik untuk membuat pelinggih (bangunan suci) di dalam hutan pala di Desa Sangeh. Pendirian pura ini disebut-sebut sebagai wujud bhakti keturunan Raja Mengwi ke hadapan Ida Batara di Gunung Agung.

Namun, ada juga cerita lain yang menyebutkan pura ini didirikan oleh putra Ida Batara di Gunung Agung tatkala katundung (diusir) ke Pulaki. Saat hendak kembali ke Gunung Agung, sang putra membawa serta hutan dan kera. Hutan dan kera itulah didiamkan di daerah Sangeh. Kisah Ini memang berkaitan dengan sejarah lahirnya nama Sangeh. Karena di tempat inilah hutan dan kera itu ketangehang. Seiring itu pula dibangunlah Pura Bukit Sari.

Memang, sepintas keberadaan Pura Bukit Sari mirip dengan Pura Pulaki. Di dekatnya terdapat Pura Melanting. Yang pasti, dari segi struktur, Pura Bukit Sari memiliki banyak pura pasimpangan. Di jeroan pura terdapat palinggih pasimpangan Batu Karu, pasimpangan Danau Beratan, Pucak Sangkur, Pucak Mangu,  Pucak Bon, Padmasna, Pucak Batur, Maspahit, Gedong Sri, Ratu Dalem Nusa. Palinggih utama di Pura Bukit Sari sendiri berupa meru bertingkat sembilan. Di jaba, terdapat palinggih Ratu Ngurah.

Jika Anda ingin menyelami vibrasi spiritual Sangeh, mungkin bisa datang tangkil pada hari ini. Pasalnya, pujawali (upacara peringatan hari jadi pura) dilaksanakan bertepatan dengan Buda (Rabu) Umanis wuku Julungwangi yang jatuh pada hari ini, tepat dua minggu menjelang hari raya Galungan. (b.)

  • Penulis: Ketut Jagra
  • Foto: Ketut Jagra
  • Penyunting: I Made Sujaya
Artikel ini telah dibaca 513 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nyegara Gunung di Gunung Payung

7 November 2022 - 06:58 WITA

Setelah Dua Kali Ngayeng, Pujawali di Pura Silayukti Kembali Nyejer Tiga Hari

17 Mei 2021 - 22:11 WITA

Usabha Pitra di Pura Dalem Puri Kembali Digelar, Begini Rangkaian Upacara dan Maknanya

24 Januari 2020 - 07:32 WITA

Inilah Sejumlah Pura yang Melaksanakan Pujawali Pada Hari Raya Kuningan

31 Mei 2014 - 02:54 WITA

Bali Bersatu di Pura Dasar Bhuana

26 Mei 2014 - 08:32 WITA

Pura Samuantiga, Cikal Bakal Kahyangan Tiga Desa Pakraman di Bali

11 Mei 2014 - 22:24 WITA

Trending di Segara Giri