Menu

Mode Gelap
Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah? Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

Segara Giri · 6 Mei 2014 21:39 WITA ·

Pura Bukit Sari, Energi Spiritual Hutan Pala Sangeh


					Pura Bukit Sari, Energi Spiritual Hutan Pala Sangeh Perbesar

Objek wisata Alas (Hutan) Pala, di Desa Sangeh, KecamatanAbiansemal, Kabupaten Badung tidak saja menghadirkan wisata alam berupa keasrian hutan pala dan kelucuan kera-kera berekor panjang, melainkan juga menawarkan vibrasi spiritual kental. Betapa tidak, di dalam kawasan hutan seluas 14 hektar itu berdiri bersahaja Pura Bukit Sari. Letaknya, tepat pada jalan lurus di pintu masuk yang baru dari Alas Pala. 

Seperti halnya Desa Sangeh, sejarah pura ini pun tiada benderang benar. Namun, seperti yang kerap disebut-sebut warga setempat, pura yang juga dikenal dengan nama Pura Pucak Sari ini dibangun sekitar abad ke-17 Masehi. Konon, pura ini dibangun Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti yang merupakan anak angkat dari Raja Mengwi, Cokorda Sakti Blambangan.

Pura Bukit Sari, Sangeh

Tapa Rare

Seperti dituturkan tokoh masyarakat Sangeh, Drs. IB Dipayana, Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti tengah melakukan tapa rareyakni bertapa dengan meniru perilaku bayi atau anak kecil. Saat melaksanakan tapa itulah, Anglurah Made mendapat pawisik untuk membuat pelinggih (bangunan suci) di dalam hutan pala di Desa Sangeh. Pendirian pura ini disebut-sebut sebagai wujud bhakti keturunan Raja Mengwi ke hadapan Ida Batara di Gunung Agung. 

Namun, ada juga cerita lain yang menyebutkan pura ini didirikan oleh putra Ida Batara di Gunung Agung tatkala katundung (diusir) ke Pulaki. Saat hendak kembali ke Gunung Agung, sang putra membawa serta hutan dan kera. Hutan dan kera itulah didiamkan di daerah Sangeh. Kisah Ini memang berkaitan dengan sejarah lahirnya nama Sangeh. Karena di tempat inilah hutan dan kera itu ketangehang. Seiring itu pula dibangunlah Pura Bukit Sari.

Memang, sepintas keberadaan Pura Bukit Sari mirip dengan Pura Pulaki. Di dekatnya terdapat Pura Melanting. Yang pasti, dari segi struktur, Pura Bukit Sari memiliki banyak pura pasimpangan. Di jeroan pura terdapat palinggih pasimpangan Batu Karu, pasimpangan Danau Beratan, Pucak Sangkur, Pucak Mangu,  Pucak Bon, Padmasna, Pucak Batur, Maspahit, Gedong Sri, Ratu Dalem Nusa. Palinggih utama di Pura Bukit Sari sendiri berupa meru bertingkat sembilan. Di jaba, terdapat palinggih Ratu Ngurah. 

Jika Anda ingin menyelami vibrasi spiritual Sangeh, mungkin bisa datang tangkil pada hari ini. Pasalnya, pujawali (upacara peringatan hari jadi pura) dilaksanakan bertepatan dengan Buda (Rabu) Umanis wuku Julungwangi yang jatuh pada hari ini, tepat dua minggu menjelang hari raya Galungan. (b.)
______________________________ 

Penulis: Ketut Jagra 
Foto: Ketut Jagra 
Penyunting: I Made Sujaya
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

“Nyaagang” di Klungkung, “Masuryak” di Tabanan: Tradisi Unik Hari Kuningan

18 Juni 2022 - 14:29 WITA

Magalung di Kampung: Sembahyang Subuh, Munjung ke Kuburan, Malali ke Pesisi

8 Juni 2022 - 16:31 WITA

Tiga Jenis Otonan dalam Tradisi Bali

26 Mei 2022 - 00:57 WITA

Tari Rejang: Warisan Bali Kuno, Simbol Keindahan dan Kesucian

4 Juni 2021 - 22:50 WITA

“Bahan Roras”, Pelaksana Harian Pemerintahan Adat di Tenganan Pagringsingan

2 Juni 2021 - 21:23 WITA

Makare-kare Tenganan Pagringsingan

Kancan Roras, Kepemimpinan Ulu Apad di Penglipuran

31 Mei 2021 - 21:53 WITA

Angkul-angkul Penglipuran
Trending di Desa Mawacara