Menu

Mode Gelap
Integrasi Literasi dalam Pembelajaran dan Digital Kultur: Workshop Literasi-Numerasi SMPN 1 Selemadeg Timur Tunduk Pada Pararem, LPD Kedonganan Terapkan Laporan Keuangan Adat Bebantenan, Cara Manusia Bali Menjaga Alam Semesta SMAN 1 Ubud dan SMAN 2 Semarapura Juarai Lomba Bulan Bahasa Bali di UPMI Bali Bulan Bahasa Bali VI Jalan Terus, Tapi di Hari Coblosan “Prai” Sejenak

Bali Jani · 26 Feb 2024 15:18 WITA ·

Tunduk Pada Pararem, LPD Kedonganan Terapkan Laporan Keuangan Adat


					Suasana pembagian daging babi dan daging ayam dari LPD Desa Adat Kedonganan kepada krama dan nasabah  serankaian hari raya Galungan dan Kuningan di jaba Pura Bale Agung Desa Adat Kedonganan, Senin, 26 Februari 2024. Perbesar

Suasana pembagian daging babi dan daging ayam dari LPD Desa Adat Kedonganan kepada krama dan nasabah serankaian hari raya Galungan dan Kuningan di jaba Pura Bale Agung Desa Adat Kedonganan, Senin, 26 Februari 2024.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Bali diakui keberadaannya oleh Negara dan tidak tunduk terhadap UU LKM serta ditegaskan diatur oleh hukum adat. Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 4 tahun 2019 tentang Desa Adat juga menegaskan LPD sebagai duwe desa adat yang diatur dengan hukum adat. Desa Adat Kedonganan sudah merespons hal itu dengan menelorkan Pararem Panyacah Desa Adat Kedonganan tahun 2016 tentang LPD Desa Adat Kedonganan. Selain menggunakan tata kelola adat, LPD Kedonganan juga menerapkan laporan keuangan adat.

Hal itu ditegaskan Manggala LPD Desa Adat Kedonganan, I Wayan Suriawan di sela-sela kegiatan pembagian daging babi dan daging ayam kepada krama dan nasabah serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan di jaba Pura Bale Agung Desa Adat Kedonganan, Senin, 26 Februari 2024. Pembagian daging babi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan merupakan program rutin LPD Kedonganan sebagai wujud pemberian labdha atau nilai manfaat bagi krama dan nasabah.

Krama dan nasabah penerima daging Galungan dan Kuningan sebanyak 3.668 orang. Total daging yang dibagikan sebanyak 11.490 kg. Masing-masing krama dan nasabah yang berhak mendapatkan 2 kg daging babi dan 1 kg daging ayam serta uang bumbu.

Menurut Suriawan, para pemangku kepentingan di LPD Kedonganan mesti konsisten menjalankan Pararem Panyacah Desa Adat Kedonganan tahun 2016 itu. Sebagai wujud ketaatan pada pararem, sejak tahun 2016, LPD Desa Adat Kedonganan telah melakukan transformasi tata kelola. Selain tata kelola adat, LPD Kedonganan juga sudah mulai menerapkan laporan keuangan adat.

Sesuai amanat Pararem Panyacah, pembagian keuntungan LPD Kedonganan dibagi menjadi dua, yakni 70% untuk LPD dan 30% untuk Desa Adat Kedonganan. “Namun, pembagian keuntungan untuk Desa Adat itu diatur menjadi 20% untuk penguatan parahyangan, pawongan dan palemahan serta 10% lagi diposisikan sebagai cadangan yang dapat dikelola untuk penguatan LPD Kedonganan, baik sebagai modal disetor atau dukungan pengelolaan LPD,” kata Suriawan.

Aset Tembus Rp 500 Miliar

Aset Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kedonganan pada akhir tahun 2023 telah menembus angka Rp 500 miliar. Hal ini menunjukkan perkembangan pesat, namun juga memerlukan tanggung jawab berat. Oleh karena itu, para pengelola LPD Desa Adat Kedonganan, baik prajuru (pengurus) LPD, pegawai, panureksa (pengawas), prajuru desa adat, kelian banjar, serta seluruh krama desa mesti kompak dan tak lupa dengan sejarah.

“Jauh sebelum seperti sekarang, LPD Kedonganan didirikan dengan modal awal Rp 4,6 juta yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung. Kenapa bisa berkembang pesat seperti sekarang, karena LPD Kedonganan memiliki modal lain yang tak ternilai harganya, yakni modal sosial berupa semangat ngayah yang tulus, lurus, dan serius para pengelola serta dukungan dan kepercayaan para prajuru serta krama desa,” beber Suriawan.

Suriawan merasa perlu menegaskan soal sejarah itu karena tahun ini, para pengurus generasi awal sudah purnabakti dan LPD Kedonganan memasuki masa regenerasi pemimpin. Setelah I Ketut Madra memasuki masa purnabakti pada tahun 2023, disusul I Wayan Suriawan dan I Nyoman Sulendra. Ketiganya merupakan pengurus pertama LPD Kedonganan. Mereka mengalami masa-masa sulit, jatuh bangun hingga tumbuh menjadi salah satu LPD terbaik di Bali. Kini, Desa Adat Kedonganan sudah membentuk tim seleksi untuk menentukan pengurus baru LPD Kedonganan.

Bendesa Desa Adat Kedonganan, I Wayan Sutarja mengapresiasi kinerja prajuru dan pegawai yang mampu meningkatkan aset LPD Kedonganan hingga menembus angka Rp 500 miliar. Selain itu, pihaknya juga berterima kasih dan bangga karena LPD Kedonganan tetap bisa konsisten memberikan labdha atau nilai manfaat bagi krama dan nasabah berupa pembagian daging babi menyongsong hari raya Galungan dan Kuningan.

“Sejak tahun 2011 program ini tanpa putus. Sudah sebanyak 21 kali. Ini luar biasa dan sudah dirasakan manfaatnya oleh krama,” kata Sutarja.

Sutarja juga menegaskan kembali soal pembentukan tim seleksi pengurus baru LPD Kedonganan sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan LPD Kedonganan. Tim seleksi ini kini sedang bekerja dan pada April 2024 diharapkan sudah terbentuk pengurus baru.

“Namun, kami tetap mengharapkan para pengurus lama, terutama Pak Ketut Madra, Pak Wayan Suriawan dan Pak Nyoman Sulendra tetap memberikan dukungan, masukan, dan saran-saran untuk penguatan dan pemajuan LPD Kedonganan,” kata Sutarja. (b.)

  • Laporan: Ketut Jagra
  • Foto: Ketut Jagra
  • Penyunting: I Made Sujaya
Artikel ini telah dibaca 104 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bebantenan, Cara Manusia Bali Menjaga Alam Semesta

23 Februari 2024 - 23:22 WITA

SMAN 1 Ubud dan SMAN 2 Semarapura Juarai Lomba Bulan Bahasa Bali di UPMI Bali

17 Februari 2024 - 18:57 WITA

Bulan Bahasa Bali VI Jalan Terus, Tapi di Hari Coblosan “Prai” Sejenak

2 Januari 2024 - 22:14 WITA

Lewat Film “Home”, Sinematografer Bali Raih Nominasi Emmy Awards

15 Desember 2023 - 22:14 WITA

Gairah Berbahasa Bali Mesti Diikuti Pemahaman Mengenai “Anggah-ungguh Basa”

10 Desember 2023 - 22:32 WITA

Keterampilan Berbahasa Tepat Diksi Cegah Kejahatan Berbahasa di Ruang Publik

9 Desember 2023 - 21:22 WITA

Trending di Bali Jani