Menu

Mode Gelap
Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah? Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

Segara Giri · 17 Mei 2021 22:11 WITA ·

Setelah Dua Kali Ngayeng, Pujawali di Pura Silayukti Kembali Nyejer Tiga Hari


					Setelah Dua Kali Ngayeng, Pujawali di Pura Silayukti Kembali Nyejer Tiga Hari Perbesar

Oleh: I MADE SUJAYA

Aparat Polsek Padangbai turut ngayah mareresik sekaligus membuat tanda silang penyekat pamedek saat muspa di halaman jeroan Pura Silayukti. (balisaja.com/Desa Adat Padangbai)

Bertepatan dengan rahina Buda Kliwon Pahang, Rabu, 19 Mei 2021 besok, Pura Silayukti di Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, kembali menggelar pujawali. Setelah sebelumnya dua kali pujawali dilaksanakan hanya sehari dan pamedek ngayeng dari rumah masing-masing, pada pujawali besok, Ida Batara kembali nyejer selama tiga hari, 19-22 Mei 2021. Namun, karena masih suasana pandemi Covid-19, pujawali dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang ketat. 

Bendesa Desa Adat Padangbai, I Komang Nuriada, menjelaskan pujawali nyejer selama tiga hari disepakati karena selama pandemi, sudah dua kali berturut-turut pujawali dilaksanakan sangat terbatas, berlangsung hanya sehari dan pamedek ngayeng dari rumah, yakni pujawali pada 25 Maret 2020 dan 21 Oktober 2020. Setelah berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, pujawali disepakati kembali nyejer tiga hari dengan catatan mengikuti prokes secara ketat. 

“Karena itu, pamedek yang tangkil wajib mengikuti prokes. Jumlah pamedek pada setiap pamuspaan atau ngranjing ke soang-soang parahyangan diatur atau dibatasi sesuai kapasitas masing-masing oleh pecalang,” ungkap Nuriada. 

Yowana Desa Adat Padangbai ikut ngayah mareresik di areal pura. (balisaja.com/Desa Adat Padangbai)


Untuk memastikan ditaatinya aturan jaga jarak saat
pamuspaan, panitia didukung pihak kepolisian dari Polsek Padangbai, membuat tanda silang merah di halaman jeroan pura untuk penyekat jarak antar-pamedek saat muspa. Nuriada mengimbau agar berbagai tanda dan ketentuan jaga jarak itu ditaati oleh pamedek

“Situasinya masih pandemi. Bagaimana caranya agar penyebaran Covid-19 bisa kita cegah, tetapi umat tetap bisa ngaturang bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kita bersama-sama mesti disiplin menaati prokes demi kesehatan dan keamanan kita bersama,” ujar Nuriada. 

Selain soal prokes, Nuriada juga mengimbau para pamedek untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan di wewidangan (areal) pura. Untuk mengurangi penggunaan sampah plastik selama pujawali, panitia tidak menyediakan tirtha (air suci) yang dibungkus plastik. Pamedek yang hendak nunas tirtha disarankan membawa tempat tirtha sendiri yang aman dibawa pulang. 

Pujawali direncanakan di-puput Ida Pedanda Istri Mas dari Griya Bukit Catu, Manggis, Karangasem. Ida Btara masineb pada hari Sabtu, 22 Mei 2021 pukul 16.00 wita. 

Petunjuk urutan persembahyangan di kawasan Pura Silayukti.

Pura Silayukti termasuk pura dang kahyangan yang disucikan umat Hindu di Bali maupun luar Bali. Pura ini diyakini pada mulanya sebagai pasraman Mpu Kuturan, tokoh yang berjasa menata kembali kehidupan keagamaan masyarakat Bali pada sekitar abad ke-11. 

Baca juga: Jejak Mpu Kuturan di Pura Silayukti 

Pura Silayukti berdiri di sebuah bukit di timur Desa Padangbai yang disebut warga setempat sebagai Gunung Luhur. Selain Pura Silayukti, di kawasan bukit itu juga berdiri Pura Tanjung Sari yang diyakini sebagai tempat pemujaan Mpu Baradah, Pura Telaga Mas yang dipercaya sebagai tempat pasucian (permandian) Mpu Kuturan, serta Pura Payogan. 

Menurut sima (adat kebiasaan) di kalangan masyarakat Padangbai, persembahyangan saat pujawali di Pura Silayukti diawali di Pura Tanjung Sari. Selesai di Pura Tanjung Sari, dilanjutkan ke Pura Telaga Mas, lalu ke Pura Silayukti dan berakhir di Pura Payogan. (b.)

_________________________________ 

Penyunting: KETUT JAGRA 

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

“Ngerebeg” di Tegalalang: Menyucikan Desa dan Memohon Agar Pandemi Berakhir

20 Mei 2021 - 14:49 WITA

Pujawali di Pura Silayukti, Begini Dudonan Upacaranya

19 Mei 2021 - 01:27 WITA

“Mulih” dan Berbagi di Hari Galungan

19 Februari 2020 - 00:11 WITA

Ngatag Jukung, Tradisi Tumpek Wariga di Pantai Kusamba

25 Januari 2020 - 11:11 WITA

Ucap Syukur dengan Bubur di Hari Tumpek Bubuh

25 Januari 2020 - 09:27 WITA

Usabha Pitra di Pura Dalem Puri Kembali Digelar, Begini Rangkaian Upacara dan Maknanya

24 Januari 2020 - 07:32 WITA

Trending di Wali Bali