Menu

Mode Gelap
Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI Tumpek Landep: Mengasah Senjata Paling Tajam dalam Hidup Siapkan “BMW” untuk Siswa, SMA Paris Gelar Ujian Kepariwisataan Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

Bali Tradisi · 19 Feb 2016 21:17 WITA ·

“Pujawali” di Pura Sakenan, Ini Jadwal Upacaranya


					“Pujawali” di Pura Sakenan, Ini Jadwal Upacaranya Perbesar

Bertepatan dengan hari raya Kuningan, Sabtu (20/2) hari ini, dilangsungkan pujawali di Pura Sakenan. Biasanya, saban pujawali, pura dang kahyangan yang terletak di Serangan, Denpasar ini bakal diserbu umat dari seluruh Bali. Panitia mengimbau umat agar tidak bersikeras tangkil ngaturang bhakti hanya pada puncak pujawali, Sabtu ini atau Minggu (21/2) besok, karena Ida Batara nyejer selama tiga hari hingga Selasa (23/2) mendatang.
“Umat masih memiliki kesempatan tangkil hingga hari panyineban (penutupan upacara) pada Selasa mendatang,” kata Manggala Karya, IB Pidada.

Antrian panjang umat hendak tangkil ngaturang bhakti ke Pura Sakenan.
Rangkaian pujawalidi Pura Dalem Sakenan di-puput Ida Pedanda Gde Oka Timbul dari Griya Timbul Sanur serta Bhagawanta Puri Kesiman, Ida Pedanda Gede Putra Bajing dari Griya Tegal Jingga, Lebah. Sedangkan di Pura Susunan Wadon, di-puput Ida Pedanda Gede Telaga dari Griya Telaga Sanur.
Selama Ida Batara nyejer, juga dilangsungkan bhakti panganyar. Pada Umanis Kuningan, Minggu (21/2) besok, upacara panganyar di-puput Ida Pedanda Gede Made Putraka Timbul dari Griya Timbul, Sanur. Pada Pahing Kuningan, Senin (22/2), upacara panganyar di-puput Ida Pedanda Putra Ngenjung dari Griya Ngenjung Sanur. Upacara panyineban pada Selasa (23/2), di-puput Ida Pedanda Gede Oka Giri dari Griya Oka Sanur.
Di kompleks Pura Sakenan terdapat tiga pura utama yang saling berkaitan, yaitu Pura Susunan Wadon, Pura Samuan Agung dan Pura Dalem Sakenan. Urut-urutan ngaturang bhakti, imbuh IB Pidada, diawali dari Pura Susunan Wadon, baru ke Pura Samuan Agung, dan terakhir di Pura Dalem Sakenan.
Sejumlah teks-teks tradisional Bali menyebut Pura Sakenan berkaitan erat dengan perjalanan suci purohita zaman Kerajaan Gelgel, Danghyang Nirartha. Namun, berdasarkan temuan arkeologis, Pura Sakenan diyakini sudah berdiri pada abad ke-10 atau pada zaman Mpu Kuturan.

Pura Sakenan diyakini sebagai tempat pemujaan Ida Hyang Dewa Biswarna atau Baruna, Tuhan dalam manifestasi penguasa lautan atau samudera. Secara tradisi, Pura Sakenan di-empon Puri Kesiman dan di-among sejumlah desa adat di Denpasar dan Badung, seperti Desa Adat Serangan, Desa Adat Suwung Kepaon, Desa Adat Pemogan, dan Desa Adat Kelan, Tuban. (b.)
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 807 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nyepi Segara, Ucap Syukur Atas Karunia Dewa Baruna

26 Oktober 2018 - 15:06 WITA

Ngusaba Nini, Krama Desa Pakraman Kusamba “Mapeed” Empat Hari

25 Oktober 2018 - 15:03 WITA

“Pamendeman” Ratu Bagus Tutup Puncak “Karya Mamungkah” Pura Puseh-Bale Agung Kusamba

4 April 2018 - 10:18 WITA

“Purnama Kadasa”, Petani Tista Buleleng “Nyepi Abian”

31 Maret 2018 - 14:39 WITA

Cerminan Rasa Cemas Bernama Ogoh-ogoh

14 Maret 2018 - 19:12 WITA

Rejang Renteng, Tarian Khas Nusa Penida yang Kini “Ngetrend” di Bali

6 Maret 2018 - 23:14 WITA

Trending di Bali Tradisi