Menu

Mode Gelap
Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah? Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

Bali Tradisi · 17 Nov 2013 21:10 WITA ·

Hari Ini, Tradisi “Nyepi Sagara” di Desa Pakraman Kusamba


					Hari Ini, Tradisi “Nyepi Sagara” di Desa Pakraman Kusamba Perbesar

Teks dan Foto: I Made Sujaya
Selain Nyepi pada penanggal apisanSasih Kadasa, masyarakat Desa Pakraman Kusamba, Klungkung juga memiliki tradisi nyepi lokal yang diberi nama Nyepi Sagara. Ini penyepian yang dilaksanakan khusus di pantai sepanjang wilayah Desa Kusamba. Pelaksanaannya tepat sehari setelah ngusaba desa di Pura Segara desa setempat. Ngusaba desa digelar pada Purnama Kalima, Minggu (17/11) kemarin, dan Nyepi Sagara dilaksanakan Senin (18/11) hari ini.
Sepanjang hari, sejak pukul 06.00 hingga pukul 18.00, pantai yang selalu sibuk dengan aktivitas masyarakat pesisir itu dihentikan sementara. Seluruh nelayan libur selama sehari dan bersama krama desa yang lain menghadiri pesamuan agung desa di wantilan Pura Sagara.
Tradisi ini berkaitan erat dengan pelaksanaan upacara Ngusaba di Pura Segara yang jatuh saat Purnama Kalima. Saat itu dilaksanakan ritual ngaturang pakelem ke tengah laut. Keesokan harinya barulah dilaksanakan Nyepi Sagara.
Kawasan yang disterilkan untuk pelaksanaan Nyepi Sagara tentu saja hanya sebatas Pantai Kusamba, dari sungai Yeh Banges di sisi timur serta Karang Dadi di sisi barat. Biasanya, pada kedua batas itu dipancangkan penjor.
Maksud pelaksanaan tradisi Nyepi Sagara ini sebagai bentuk terima kasih atas segala berkah dan kesejahteraan yang telah diberikan Ida Batara Baruna sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam kekuatan penguasa laut. Dengan menyepikannya, diharapkan laut bisa kembali menuju titik keseimbangannya. Saat itulah orang diajak merenung, introspeksi sejauh mana telah meminta kepada Batara Baruna.
Di samping itu, tradisi Nyepi Sagara boleh jadi sebagai pembelajaran para tetua dulu agar manusia tidak hanya mengeruk kekayaan laut. Upacara ngaturang pakelem yang diikuti penyepian sagara merupakan ritual simbolik yang mengingatkan agar manusia juga mengembalikan keharmonisan ekosistem laut. Hanya dalam sepi, dalam hening, dalam tenang manusia bisa merenung, menelisik diri betapa eksploitasi berlebihan bisa merusak ekosistem.
Tak jelas kapan sejatinya tradisi ini bermula. Warga setempat menuturkan tradisi ini sudah diwarisi sejak lama.
Yang jelas, masyarakat di Klungkung khususnya sudah tahu pelaksanaan tradisi Nyepi Sagara ini, terlebih lagi para nelayan dari Nusa Penida, Pengalon dan sekitarnya. Bila Nyepi Sagara jatuh, nelayan-nelayan luar itu tak akan berani melaut di sepanjang wilayah Desa Kusamba.
Kendati begitu, prajuruDesa Pakraman Kusamba tetap saja menyampaikan pemberitahuan kepada khayalak umum mengenai pelaksanaan tradisi ini. Pun, desa mengerahkan pecalang untuk berjaga-jaga di sepanjang areal penyepian.
Dulu pernah terjadi Nyepi Sagara bertepatan dengan hari raya Galungan. Biasanya, saat Galungan Pantai Kusamba ramai dikunjungi orang. Namun, karena Nyepi Sagara, keramaian itu bisa ditunda sampai keesokan harinya.

Pelanggaran terhadap tradisi Nyepi Sagara akan dikenai sanksi berupa denda. Namun, selama ini, belum pernah ada yang melanggar pelaksanaan penyepian ini. (b.)

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ini Kegiatan Penutup Brata Siwaratri yang Sering Dilupakan

23 Januari 2020 - 12:42 WITA

Nyepi Segara, Ucap Syukur Atas Karunia Dewa Baruna

26 Oktober 2018 - 15:06 WITA

Ngusaba Nini, Krama Desa Pakraman Kusamba “Mapeed” Empat Hari

25 Oktober 2018 - 15:03 WITA

“Pamendeman” Ratu Bagus Tutup Puncak “Karya Mamungkah” Pura Puseh-Bale Agung Kusamba

4 April 2018 - 10:18 WITA

“Purnama Kadasa”, Petani Tista Buleleng “Nyepi Abian”

31 Maret 2018 - 14:39 WITA

Menjemput Anugerah Suci Saraswati dengan Sepi

16 Maret 2018 - 19:03 WITA

Trending di Bali Tradisi