Menu

Mode Gelap
Keragaman Fantasi dalam Festofantasy HUT ke-39 SMA Paris Edukasi Kesejahteraan Hewan, Ajak Anak-anak Kenali Zoonosis Kirab Nasionalisme Hari Kemerdekaan ala Desa Adat Kedonganan Baca Puisi Tak Sekadar Intonasi, Tapi Interpretasi: Dari LBP FULP se-Bali 2023 “Duwe” Desa Adat, Krama dan Prajuru Adat Wajib Bentengi LPD

Bali Tradisi · 29 Jul 2017 12:17 WITA ·

Dua Desa Adat di Badung Selatan Gelar Sapuh Leger Massal


					Dua Desa Adat di Badung Selatan Gelar Sapuh Leger Massal Perbesar

Dua desa adat di Badung Selatan, yakni Desa Adat Kedonganan dan Pecatu menggelar upacara Panglukatan Sapuh Leger massal bagi krama desa adat di kedua desa itu, bertepatan dengan hari Tumpek Wayang, Sabtu (29/7). Di Kedonganan, peserta tidak dikenai biaya, sedangkan di Pecatu hanya memberi kontribusi Rp 25.000.

Peserta Panglukatan Sapuh Leger massal di kedua desa terbilang banyak. Di Desa Adat Kedonganan, peserta ritual mencapai 700 orang, sedangkan upacara di Pecatu diikuti 3.200 peserta. Upacara di Kedonganan di-puput Ida Pandita Mpu Jaya Wijayananda dari Griya Kutuh, Kuta, sedangkan di Pecatu di-puput 42 sulinggih lanang-istri.

Upacara Panglukatan Sapuh Leger massal di Desa Adat Kedonganan. (balisaja.com/courtesy: yukar)
Mangala Prawartaka Panglukatan Sapuh Leger Massal Desa Adat Kedoganan, Nyoman Suarjana menjelaskan para peserta terbagi dalam 19 kategori. Upacara ini, kata Suarjana, baru pertama kali digelar di Desa Adat Kedonganan untuk meringankan beban krama. Upacara ini hasil sinergi antara Desa Adat Kedonganan dan LPD setempat.

Kepala LPD Kedonganan, I Ketut Madra mengatakan upacara Panglukatan Sapuh Leger massal merupakan implementasi tujuan LPD mewujudkan panca kertha di Desa Adat Kedonganan. “Ke depan ini akan menjadi salah satu produk LPD Kedonganan,” kata Madra. 

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta menjelaskan upacara Sapuh Leger massal yang dipusatkan di lapangan Beji Mandala Pecatu memiliki tiga tujuan, yakni meringankan beban agama, melaksanakan upacara yang sesuai sastra agama, serta merekatkan kebersamaan di antara krama Desa Adat Pecatu. 

Ketua Panitia Sapuh Leger Desa Adat Pecatu, I Nyoman Kani Artana mengatakan tujuan upacara Sapuh Leger yakni untuk menghilangkan pengaruh negatif kelahiran pada masing-masing peserta. Dalam keyakinan Hindu, setiap hari kelahiran manusia membawa pengaruh positif dan negatif. Sapuh Leger menetralisir pengaruh-pengaruh negatif. (b.) 
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ini Kegiatan Penutup Brata Siwaratri yang Sering Dilupakan

23 Januari 2020 - 12:42 WITA

Nyepi Segara, Ucap Syukur Atas Karunia Dewa Baruna

26 Oktober 2018 - 15:06 WITA

Ngusaba Nini, Krama Desa Pakraman Kusamba “Mapeed” Empat Hari

25 Oktober 2018 - 15:03 WITA

“Pamendeman” Ratu Bagus Tutup Puncak “Karya Mamungkah” Pura Puseh-Bale Agung Kusamba

4 April 2018 - 10:18 WITA

“Purnama Kadasa”, Petani Tista Buleleng “Nyepi Abian”

31 Maret 2018 - 14:39 WITA

Cerminan Rasa Cemas Bernama Ogoh-ogoh

14 Maret 2018 - 19:12 WITA

Trending di Bali Tradisi