Menu

Mode Gelap
Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah? Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

Sarwa Prani · 21 Nov 2013 03:49 WITA ·

“Ratna” (Kenop), Bunga Antibatuk dan Antiasma


					“Ratna” (Kenop), Bunga Antibatuk dan Antiasma Perbesar

Oleh: I MADE SUJAYA

DI Indonesia, tanaman ini memiliki banyak nama. Ada yang menyebut bunga kenop, kembang puter atau ratnapakaja. Namun, tanaman dari famili Amaranthaceae ini segungguhnya memiliki nama latin Gomphrena globose Linn. Tanaman ini disebut-sebut berasal dari Amerika dan Asia.

Di Bali, bunga kenop lebih dikenal dengan nama bunga ratna. Masyarakat Jawa umumnya menyebut sebagai adas-adasan atau gundul. Orang Gorontalo mengenal dengan nama taimantulu dan orang Cina menamainya qian hong.

Bagi masyarakat Bali, bunga ratna memiliki fungsi yang cukup penting juga dalam pembuatan banten. Bunga ratna kerap digunakan untuk membuat banten suci, isin orti, bebangkit, bagia pula kerti serta sejumlah perlengkapan upakara lainnya. Malah, dalam setiap ritual keagamaan utamanya saat menghaturkan canang sari dan banten lainnya, bunga ratna selalu hadir.

Bunga ratna memiliki sejumlah kandungan zat kimia, seperti gomphrenin I, II, III, V, VI, dan amarathin. Selain itu, bunga ini juga mengandung minyak asiri, flavon atau saponin yang berkhasiat untuk meluruhkan dahak. Itu sebabnya, bunga ratna memiliki khasiat obat yang cukup baik.

Karenanya, Anda yang memiliki penyakit asma bronchial cukup mencari bunga ratna untuk obat. Cara mengolahnya, ambil sekitar 10 kuntum bunga ratna lalu direbus. Tambahkan arak kuning lalu minum tiga kali sehari hingga asma Anda bisa dinyatakan sembuh.

Begitu juga Anda yang mengidap penyakit bronkhitis kronis.Saat ini sudah ada ramuan bunga ratna yang dibuat dalam bentuk obat suntik. Biasanya disuntikkan pada titik akupunktur. Menurut Yohana Arisandi dan Yovita Andriani dalam buku Khasiat Tanaman Obat, pengalaman menunjukkan pada 10 persen penderita bronkhitis, timbul rasa kering di tenggorokan sesudah mendapat suntikan ramuan bunga ratna. Namun, hal itu hanya bersifat sementara.

Bukan hanya penyakit pada saluran pernafasan, penyakit pada saluran pencernaan juga bisa diatasi dengan bantuan bunga ratna. Bila Anda mengalami penyakit disentri, ambil 10 kuntum bunga ratna segar, ditambah arak kuning lalu direbus. Hasil rebusan itu kemudian diminum.

Begitu pula jika buang air kecil Anda tidak lancar, bunga ratna menjadi solusinya. Ambil 3-10 gram bunga ratna. Bunga ratnatersebut kemudian direbus dan hasil rebusannya diminum.

Bukan hanya itu, panas pada anak akibat gangguan lever juga bisa diobati dengan bunga ratna. Cara pengolahannya tak beda jauh dengan untuk obat penyakit lainnya. Ambil 7-14 kuntum bunga ratna segar, direbus kemudian diminum.

Tanaman bunga ratna tergolong habitus semak rendah. Biasanya ditanam di halaman sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di ladang-ladang yang cukup mendapat sinar matahari sampai setinggi lebih kurang 1.400 di atas permukaan laut. (b.)
_________________________ 

Foto: I MADE SUJAYA 
Penyunting: I KETUT JAGRA
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 118 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

“Kayu Sugih”, Sarana “Banten Tukon” dan Penawar Racun

30 Mei 2021 - 07:29 WITA

Legenda “Bekul” dari Bukit Badung

29 Agustus 2016 - 22:52 WITA

Jempiring, Maskot Denpasar yang Berkhasiat Mengobati Kencing Manis

15 November 2013 - 22:31 WITA

Base ‘Daun Sirih’, Si Pipih Pengusir Bau Mulut

13 Agustus 2013 - 03:01 WITA

“Tibah ” (Mengkudu), Obat Maag dan Darah Tinggi

8 Maret 2011 - 03:10 WITA

Daun Ungu: Pembasmi Ambeien dan Sarana Banten Sakaruna

11 Desember 2007 - 05:04 WITA

Trending di Sarwa Prani