Menu

Mode Gelap
Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi “Pacingkreman”, Kearifan Lokal Bali yang Mendasari Pendirian LPD Rayakan HUT ke-38, SMA Paris Klungkung “Rises From Pandemic” Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

Sarwa Prani · 13 Agu 2013 03:01 WITA ·

Base ‘Daun Sirih’, Si Pipih Pengusir Bau Mulut


					Base ‘Daun Sirih’, Si Pipih Pengusir Bau Mulut Perbesar

Oleh: I MADE SUJAYA

Base (bahasa Bali yang artinya ‘daun sirih’ (Piper betle L) sangat dekat dalam kehidupan ritual masyarakat Bali, khususnya dalam pembuatan banten(sesajen). Base merupakan kelengkapan untuk membuat porosan, tubungan, tandingan suci, basen jeriji, nasi tulak/biyakaon, base tempel, banten tengen-tengenan dan sejumlah sarana sesaji lainnya.

Orang-orang tua Bali di pedesaan, seperti halnya orang-orang tua Jawa di pedesaan juga kerap mengisi waktu senggangnya dengan nginang base. Biasanya, dalam nginang itu, selain base, juga diisi kapur sirih, pinang, gambir dan kapulaga.

Selain untuk keperluan sesaji, base juga banyak digunakan untuk pengobatan. Malah, base yang mengandung ragam senyawa kimia yang diperlukan untuk membuat ramuan tradisional ini terbilang memiliki khasiat obat cukup banyak.

Dalam lontar Taru Premana disebutkan basememiliki khasiat panas. Karena itu, basedapat digunakan untuk obat limuh(pingsan). Caranya, ambil daun baseyang masih muda, diisi telur ayam, madu, isen(laos) lima iris, dipakai loloh(jamu).

Base juga bisa digunakan untuk obat batuk rejam atau batuk berkepanjangan. Ambil tiga atau lima helai daun base kemudian direbus dicampur dengan tiga butir cengkeh, tiga iris jebug arum (pala), satu sendok makan gula batu, diisi air kira-kira tiga gelas. Semua itu digodok sampai airnya masih kira-kira dua gelas. Saat minum air itu, isi dengan air jeruk nipis kira-kira setengah biji. Air hasil ramuan itu diminum sekali sehari secara teratur.

Tak hanya itu, jika Anda memiliki masalah bau mulut, base juga bisa membantu. Ambil tiga hingga tujuh helai daun sirih kemudian diseduh dengan air panas lalu diamkan beberapa menit. Air seduhan itu kemudian dipakai berkumur semasih hangat-hangat kuku. Ramuan dan cara pemakaian yang sama juga digunakan untuk mengatasi masalah gusi bengkak.

Bagi wanita yang baru melahirkan dan merasa gatal-gatal, base juga bisa digunakan sebagai obatnya. Caranya, segenggam daun base beserta pucukrantingnya direbus. Setelah mendidih, dinginkan sampai hangat-hangat kuku lalu dipakai cebok selama lima menit. Pergunakan beberapa kali.

Khasiat lain daun sirih yakni untuk obat keputihan. Tujuh hingga 10 lembar daun sirih direbus dengan dua setengah liter air hingga mendidih. Selanjutnya dalam keadaan hangat air itu dipakai untuk membasuh atau membersihkan seputar kemaluan berulang-ulang.

Untuk yang mengalami sakit mata, daun sirih juga bisa dipakai untuk mengobatinya. Caranya sederhana, dua hingga tiga lembar daun sirih dibersihkan hingga tak ada kotoran yang melekat. Taruh daun base di atas piring atau mangkok bersih. Seduh dengan air panas kemudian biarkan hingga dingin. Setelah dingin, air base itu dipakai merambang atau membersihkan mata.

Masih banyak lagi khasiat daun sirih. Misalnya, untuk mengobati eksim, kulit gatal, menghilangkan jerawat, mimisan, bronkhitis, sariawan, luka, sakit jantung, sipilis, alergi, diare, hepatitis, ambeien, diabetes dan lainnya.

Base termasuk jenis tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain. Tanaman ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung dan tangkainya agak panjang. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau tembelek dan permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut. Base biasanya tumbuh di daerah dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. (*)
_________________________ 

Foto: I MADE SUJAYA 
Penyunting: I KETUT JAGRA
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

“Kayu Sugih”, Sarana “Banten Tukon” dan Penawar Racun

30 Mei 2021 - 07:29 WITA

Legenda “Bekul” dari Bukit Badung

29 Agustus 2016 - 22:52 WITA

“Ratna” (Kenop), Bunga Antibatuk dan Antiasma

21 November 2013 - 03:49 WITA

Jempiring, Maskot Denpasar yang Berkhasiat Mengobati Kencing Manis

15 November 2013 - 22:31 WITA

“Tibah ” (Mengkudu), Obat Maag dan Darah Tinggi

8 Maret 2011 - 03:10 WITA

Daun Ungu: Pembasmi Ambeien dan Sarana Banten Sakaruna

11 Desember 2007 - 05:04 WITA

Trending di Sarwa Prani