Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Bali Jani · 22 Apr 2020 05:47 WITA ·

Bantu Krama di Masa Pandemi, Desa Adat Kusamba Bagikan 1.046 Paket Kebutuhan Pokok


					Bantu Krama di Masa Pandemi, Desa Adat Kusamba Bagikan 1.046 Paket Kebutuhan Pokok Perbesar

Ketua LPD Desa Adat Kusamba, I Ketut Ruma (nomor empat dari kanan) menyerahkan secara simbolis paket bantuan kebutuhan pokok kepada Bendesa Desa Adat Kusamba, AA Gede Raka Swastika (nomor tiga dari kiri) untuk selanjutnya diserahkan kepada krama di masing-masing banjar.


Pandemi virus korona atau coronavirus disease 2019 (covid-19) mengukuhkan bangunan solidaritas di antara krama Bali, terutama melalui lembaga-lembaga adat. Setelah sebelumnya sejumlah desa adat di Bali menyerahkan bantuan paket kebutuhan pokok kepada warganya, Rabu (22/4), Desa Adat Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung juga turut melakukan hal yang sama. Sebanyak 1.046 paket kebutuhan pokok diberikan kepada krama ngarep, krama nyada, krama balu, para pamangku, serta para mantan bendesa desa adat setempat. Bantuan itu merupakan tali kasih dari Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kusamba serta sumbangan para donatur dan pengusaha di desa setempat. 
Bendesa Desa Adat Kusamba, AA Gede Raka Swastika menjelaskan pemberian bantuan kebutuhan pokok itu merupakan bentuk kepedulian desa adat melalui lembaga keuangan desa adat, LPD, dalam menanggulangi dampak yang ditimbulkan akibat covid-19. Namun, Raka Swastika mengakui, sebagai lembaga adat yang mengayomi krama adat, pihaknya belum mampu memberikan bantuan yang maksimal. “Tapi, setidaknya ini bisa meringankan beban krama dalam situasi sulit seperti sekarang,” kata Raka Swastika.
Raka Swastika juga berterima kasih kepada para donator dan pengusaha yang turut berkontribusi dalam pemberian bantuan paket kebutuhan pokok ini. Dia berharap semangat kegotong-royongan semacam ini akan terus dipupuk sebagai modal sosial menghadapi covid-19.
“Inilah wujud nyata dari filosofi gilik saguluk salunglung sabayantaka, para sparo sarpana ya, yakni rasa senasib sepenanggungan, baik dalam keadaan senang maupun susah kita tetap bersama, seirama dan setujuan. Dengan kebersamaan ini, kita akan tetap kuat menghadapi covid-19,” tandas Raka Swastika.

Menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Desa Adat Kusamba, I Nengah Sumarnaya, bantuan paket kebutuhan pokok itu bersumber dari LPD Desa Adat Kusamba sebanyak 1.000 paket dan bantuan donator serta pengusaha sebanyak 46 paket. “Paket bantuan yang diberikan masing-masing berupa 5 kg beras, 10 butir telur ayam, 5 bungkus mie instan serta 1 botol minyak goreng,” beber Sumarnaya.

Ketua LPD Desa Adat Kusamba, I Ketut Ruma mengungkapkan pemberian bantuan paket kebutuhan pokok ini sebagai wujud tali kasih LPD kepada krama yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi sebagai dampak pandemi covid-19. Menurut Ruma, LPD merupakan lembaga keuangan adat milik desa adat sebagai representasi krama desa. Karena itu, wajar LPD ikut berbagi dengan krama agar tetap tangguh di masa pandemi. (b.)

___________________________
Teks: Sujaya
Foto: Desa Adat Kusamba

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani