Menu

Mode Gelap
Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah? Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

BALI ADVERTORIAL · 14 Nov 2015 23:00 WITA ·

Anak-anak Muda Pecatu Didorong Berwirausaha


					Anak-anak Muda Pecatu Didorong Berwirausaha Perbesar

LPD Pecatu Gelar Pelatihan Wirausaha

ADVERTORIAL 

Sebagai destinasi wisata yang sedang berkembang, Desa Pecatu di Badung Selatan, masih membutuhkan banyak wirausaha muda. Pasalnya, Pecatu menyimpan banyak peluang, terutama di sektor pariwisata yang belum tergarap. Karena itu, anak-anak muda Pecatu didorong untuk berwirausaha.
Untuk mendorong makin banyaknya lahir wirausaha muda di Pecatu, LPD Desa Adat Pecatu menggelar pelatihan wirausaha, Sabtu (14/11). Pelatihan yang diikuti sekitar 50 peserta dari para pemuda dan pengusaha muda Pecatu itu menghadirkan Guru Besar Ekonomi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, IB Raka Suardana.

Kepala LPD Pecatu, I Ketut Giriarta (tiga dari kanan) dan Guru Besar Ekonomi Undiknas Denpasar, IB Raka Suardana (dua dari kanan) menyalami para peserta pelatihan wirausaha Pecatu. (balisaja.com)
Giriarta meminta agar apa yang didapat dalam pelatihan wirausaha tidak hanya dipikirkan tetapi disikapi dan ditindaklanjuti dengan aksi nyata. “Silakan buat rencana bisnisnya dan ajukan kepada kami. Silakan juga langsung beraksi membuat usaha sesuai kemampuan,” kata Giriarta.
LPD Pecatu, kata Giriarta, terbuka untuk melayani anak-anak muda Pecatu yang ingin mengembangkan diri sebagai wirausaha.  Giriarta menyatakan sesungguhnya LPD Pecatu masih kekurangan pengguna dana dari masyarakat Pecatu sendiri.
“Komposisi penggunaan dana masih lebih besar dari krama tamiu. Saya mengajak anak-anak muda Pecatu untuk memanfaatkan hal ini sebaik-baiknya,” kata Giriarta.
Salah seorang pengusaha muda Pecatu yang ikut pelatihan, I Made Wiranata menanyakan bagaimana bentuk dukungan LPD Pecatu terhadap keinginan anak-anak muda Pecatu yang ingin berusaha. “Apakah syarat pengajuan kredit akan dipermudah atau bagaimana?” kata Wiranata.
Giriarta menyatakan LPD Pecatu selama ini sudah sangat terbuka dengan krama Desa Adat Pecatu dalam hal kredit. Menurut Giriarta, LPD sudah memberikan kemudahan dalam hal persyaratan kredit yang tidak seketat lembaga perbankan. Hal ini dikarenakan LPD memang didirikan untuk memudahkan akses keuangan bagi krama desa adat.
“Namun, kemudahan itu jangan diartikan bahwa sekarang mengajukan kredit lantas saat itu juga harus disetujui. Lantas kalau ditanya-tanyai sedikit, dianggap mempersulit. LPD ini memang milik kita bersama, tetapi justru karena itu harus kita gunakan dengan penuh perhitungan dan pertimbangan matang,” kata Giriarta.
Selama ini, kata Giriarta, LPD Pecatu sudah memiliki produk Kredit Krama Pecatu Sejahtera bagi krama yang ingin berwirausaha dengan plafon Rp 20 juta. Produk ini termasuk kredit tanpa agunan dan syaratnya amat mudah. Hanya dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), kredit bisa dicairkan dalam waktu dua jam.
Peserta pelatihan lainnya, Kadek Budi Santika mengusulkan agar pelatihan serupa digelar lagi dengan melibatkan para pengusaha Pecatu yang sudah sukses. Dengan begitu terjadi bagi-bagi pengalaman mendirikan dan mengembangkan usaha.
Giriarta menyambut baik usulan itu. Bahkan, Giriarta merencanakan menggelar acara serupa secara rutin saban tahun. Khusus untuk tahun ini, Giriarta menantang para peserta pelatihan membuat proposal bisnis. Proposal bisnis terbaik akan diumumkan saat puncak perayaan HUT ke-27 LPD Pecatu, 12 Desember 2015 dan diberikan hadiah khusus.
IB Raka Suardana menegaskan selain kemampuan dan motivasi diri, keberanian dan kreativitas merupakan kunci utama seseorang yang ingin menjadi wirausaha. Seorang wirausaha muda mesti berani melangkah dan berani mengambil risiko. Di sisi lain, seorang wirausaha muda harus kreatif menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dengan apa yang sudah ada dan dilakukan orang lain.
Namun, semua modal sebagai wirausaha itu berakar pada satu sikap dasar, yaitu kemauan untuk berubah. Seorang calon wirausaha harus mau berubah dan perubahan dimulai dari diri sendiri.
“Kalau kita tidak mau berubah, tidak akan pernah terjadi perubahan dengan negara kita. Karena itu, mari berubah dari sekarang,” ajak Raka Suardana. (b.)

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani