Menu

Mode Gelap
Bali United Optimistis Tatap Laga Lawan Visakha, Begini Prediksi Berbagai Media Fakta Menggelitik di Balik Indahnya Pesona Hutan Adat Demulih Menyusuri Keindahan Kawasan Suci Hutan Adat Desa Demulih “Nyaagang” di Klungkung, “Masuryak” di Tabanan: Tradisi Unik Hari Kuningan Walau tak Dibuka Presiden, PKB ke-44 (Mestinya) Tetap Keren

Bali Jani · 21 Okt 2015 14:37 WITA ·

Jangan Biarkan Siswa Buta Sastra Indonesia


					Jangan Biarkan Siswa Buta Sastra Indonesia Perbesar

Rayakan HUT ke-16, SMAN 1 Kuta Selatan Gelar Lomba Esai Sastra


Sebagai kekayaan intelektual bangsa, sastra Indonesiapenting didekatkan kepada siswa. Melalui sastra, rasa nasionalisme siswa bisa ditumbuhkan. Karena itu, pihak sekolah dan guru jangan membiarkan siswa buta terhadap karya sastra bangsanya. Hal ini diungkapkan Kepala SMAN 1 Kuta Selatan, I Nyoman Tingkat di sela-sela lomba esai antar siswa SMA/SMK se-Kabupaten Badung bertema “Nilai-nilai Patriotisme dalam Karya Sastra”, Rabu (21/10). Lomba rutin tiap tahun ini digelar serangkaian HUT ke-16 SMAN 1 Kuta Selatan.
Menurut Tingkat, banyak sorotan terhadap rendahnya minat baca sastra di kalangan siswa. Keluhan itu, kata Tingkat, harus dijawab dengan upaya nyata mendekatkan siswa dengan karya sastra.

PAMERAN FOTO- Pameran foto karya siswa serangkaian HUT ke-16 SMAN 1 Kuta Selatan
“Itu sebabnya setiap tahun kami selalu menggelar lomba esai sastra antarsiswa. Kami ingin mendorong siswa mengakrabi sastra lalu menuangkan hasil pembacaannya itu ke dalam bentuk esai,” kata Tingkat yang juga seorang penulis produktif ini.
Tingkat menilai sastra sebagai media yang tepat untuk menumbuhkan nasionalisme di kalangan siswa. Banyak karya sastra Indonesia yang mengandung nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme.
Anggota tim juri lomba esai sastra, IGK Tribana sepakat dengan Tingkat. Menurut Tribana, sastra sangat kaya dengan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa, termasuk patriotisme dan nasionalisme. “Agar siswa mau membaca sastra, guru harus memberikan contoh dulu,” imbuh anggota tim juri lainnya, I Made Sujaya.
Tim juri memutuskan esai berjudul “Meneruskan Permintaan Puisi Krawang-Bekasi” karya Christoper Putra Darmawan (SMA Jembatan Budaya) sebagai juara I. Disusul Gusti Ayu Diah Arya Paramita (SMA 1 Kuta) dengan esai berjudul “Memantik Nilai-nilai Patriotisme dalam Cerpen Pejuang Karya Magdalena Bhoernomo” sebagai juara II. Juara III diraih Ni Made Widya Utami Dewi (SMAN 1 Kuta Selatan) dengan esai berjudul “Membangkitkan Rasa Patriotisme Melalui Puisi Taufik Ismail”.
Selain lomba esai, serangkaian HUT ke-16, SMAN 1 Kuta Selatan juga menggelar sejumlah kegiatan lain, seperti seminar akademik guru, pameran foto karya siswa, bakti sosial ke rumah siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, lomba MIPA antar-SMP se-Kuta Selatan, lomba MIPA antar-SD se-Kuta Selatan serta lomba majalah dingin bekerja sama dengan BNN Kabupaten Badung. Ketua Panitia HUT, I Made Pender menyatakan puncak HUT akan digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada 28 Oktober mendatang. (b.)

_____________________________ 

Penulis: Ketut Jagra 
Foto: Ketut Jagra 
Penulis: I Made Sujaya
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bali United Optimistis Tatap Laga Lawan Visakha, Begini Prediksi Berbagai Media

27 Juni 2022 - 13:44 WITA

Fakta Menggelitik di Balik Indahnya Pesona Hutan Adat Demulih

24 Juni 2022 - 15:52 WITA

Menyusuri Keindahan Kawasan Suci Hutan Adat Desa Demulih

24 Juni 2022 - 12:18 WITA

Walau tak Dibuka Presiden, PKB ke-44 (Mestinya) Tetap Keren

11 Juni 2022 - 07:35 WITA

LPD Sedang “Seksi”, Jangan Biarkan Pengelola Berjuang Sendiri

6 Juni 2022 - 16:43 WITA

Beriang-riang Literasi Akar Rumput Kolaborasi KDBB-UPMI

4 Juni 2022 - 16:41 WITA

Trending di Bali Jani