Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Bali Jani · 13 Mei 2015 22:44 WITA ·

Penuhi Kebutuhan Guru Bahasa Bali, Pemerintah Diminta Konsisten


					Penuhi Kebutuhan Guru Bahasa Bali, Pemerintah Diminta Konsisten Perbesar

FPBS IKIP PGRI Bali Lepas 180 Calon Wisudawan 

Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali, I Made Suarta meminta pemerintah konsisten memenuhi kebutuhan guru bahasa Bali di sekolah-sekolah di seluruh Bali dengan membuka formasi guru pengajar mata pelajaran bahasa Bali. Formasi itu pun semestinya diisi dengan sarjana pendidikan bahasa Bali, bukan oleh sarjana bidang ilmu lain, seperti agama. 

Hal ini disampaikan Suarta ketika ditanya wartawan di sela-sela acara Penglepasan Sarjana XXXIII Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP PGRI Bali di Denpasar, Rabu (13/5). 

Rektor IKIP PGRI Bali, I Made Suarta
Menurut Suarta, bahasa Bali sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah sudah diatur dalam Perda dan Pergub. Untuk menopang pembelajaran muatan lokal bahasa Bali yang berkualitas, faktor guru sangat penting. Guru yang mengajar bahasa Bali haruslah memiliki latar belakang ilmu pendidikan bahasa dan sastra Bali, bukan dirangkap pengajar bidang ilmu lain. 

“Mungkin banyak orang bisa mengajarkan bahasa Bali. Tapi, untuk kedalaman materi, hanya orang yang berpendidikan bahasa dan sastra Bali yang tepat,” kata Suarta. 

Hal senada diungkapkan Dekan FPBS IKIP PGRI Bali, Ketut Yarsama. Menurut Yarsama, di dunia pendidikan kini berkembang tuntutan tenaga pengajar yang profesional di bidangnya. Begitu juga dalam pembelajaran bahasa Bali, tenaga pengajar profesional adalah sarjana dengan latar belakang pendidikan bahasa dan sastra Bali. 

“Mengisi formasi guru bahasa Bali dengan orang yang memang berlatar belakang bahasa dan sastra Bali merupakan bagian dari kesungguhan kita mengajegkan Bali,” tegas Yarsama. 

FPBS IKIP PGRI Bali melepas 180 calon wisudawan. Mereka berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 58 orang, Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali sebanyak 89 orang, Program Studi Pendidikan Seni Rupa sebanyak 18 orang dan Program Studi Pendidikan Seni, Drama, Tari dan Musik sebanyak 15 orang. 

“Rata-rata masa studi mahasiswa selama 10 semester dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata 3,28 dengan predikat sangat memuaskan,” beber Pembantu Dekan (PD) I FPBS IKIP PGRI Bali, Nyoman Astawan. 

Lulusan terbaik diraih I Made Dede Beni Rasgita (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) dengan IPK 3,84, Komang Eka Swardana (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali) dengan IPK 3,85, I Kadek Agustina (Prodi Pendidikan Seni Rupa) dengan IPK 3,53, dan Kadek Gian Senita (Prodi Pendidikan Seni, Drama, Tari dan Musik) dengan IPK 3,53. Semuanya meraih predikat dengan pujian. Prestasi pamuncak di tingkat fakultas diraih Komang Eka Swardana dengan IPK 3,85. (b.)

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani