Menu

Mode Gelap
Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah? Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

Bali Iloe · 25 Mei 2015 01:28 WITA ·

Jalan Berliku Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Dewa Agung Istri Kanya


					Jalan Berliku Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Dewa Agung Istri Kanya Perbesar

Mengenang 166 tahun Perang Kusamba, Senin, 25 Mei 2015 hari ini tentu juga berarti mengenang perjuangan seorang perempuan Bali hebat, Dewa Agung Istri Kanya. Raja putri inilah yang memimpin perlawanan rakyat Klungkung menentang invasi Belanda di Desa Kusamba. Bersama Mangkubumi Dewa Agung Ketut Agung, Dewa Agung Istri Kanya mengarsiteki penyerangan balasan terhadap Belanda di Kusanegara yang berujung pada gugurnya pimpinan ekspedisi Belanda, Jenderal AV Michiels.

Itu sebabnya, Pemkab Klungkung bersama masyarakat Klungkung secara resmi mengusulkan Dewa Agung Istri Kanya sebagai pahlawan nasional. Pengajuan gelar Pahlawan Nasional untuk Dewa Agung Istri Kanya sudah dilakukan tahun 2003 berdasarkan surat Gubernur Bali No : 465/415/Kesbang tertanggal 26 Agustus 2003. Ketika itu, usulan ditolak karena belum ada bangunan monumental atas nama Dewa Agung Istri Kanya, makam pahlawan dan sejumlah unsur lain.

(Baca: Dewa Agung Istri Kanya, Perempuan Bali Pemimpin Perang Kusamba)
Semasa Bupati Wayan Chandra, pada tahun 2009, usulan itu diperjuangkan lagi dengan rekomendasi Gubernur Bali, No 464.1/202.9/Dinsos tertanggal 27 Februari 2009. Saat itu, nama Dewa Agung Istri Kanya sudah diabadikan sebagai nama balai budaya di Kota Smarapura serta dibangun pula monument pahlawan di Desa Jumpai dengan menggunakan nama Dewa Agung Istri Kanya. Upaya kedua ini juga kembali kandas. Kementerian Sosial RI menyatakan perjuangan Dewa Agung Istri Kanya relatif singkat dan terbatas. Perjuangan mengusulkan gelar Pahlawan Nasional untuk Dewa Agung Istri Kanya ternyata tidak mudah, mesti meniti jalan berliku dan panjang. 
Para peneliti sejarah dari Unud sebetulnya sudah mengadakan penelitian untuk menentukan kelayakan Dewa Agung Istri Kanya diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Dua profesor sejarah dari Universitas Udayana (Unud), I Gede Parimarta dan AA Bagus Wirawan menilai Dewa Agung Istri Kanya layak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Pasalnya, Dewa Agung Istri Kanya terbukti memiliki keberanian dan semangat patriotik dalam perjuangan melawan penjajah Belanda. Bahkan, di bawah komandonya, laskar Klungkung berhasil menewaskan pemimpin pasukan Belanda, Jendral AV Michiels.
(Baca: Angkat Harga Diri Orang Bali, Perang Kusamba Layak Diperingati

AA Bagus Wirawan menyatakan, memang perlawanan yang dipimpin Dewa Agung Istri Kanya berskala kecil dan terbatas. Tapi, berkat kelihaiannya dalam strategi perang, pasukannya bisa menewaskan pemimpin pasukan Belanda. Menurut Wirawan, perjuangan Dewa Agung Istri Kanya bisa disejajarkan dengan Pahlawan Nasional perempuan lain, seperti Tjoet Nya’ Dien. Bahkan, Dewa Agung Istri Kanya memiliki kelebihan lain karena selain sebagai raja juga menjadi rakawiatau sastrawan.
Menurut Wirawan, usulan gelar Pahlawan Nasional untuk Dewa Agung Istri Kanya harus terus diupayakan. Jika memang ada persyaratan yang belum dipenuhi, mesti dilengkapi. “Yang penting, semua pihak, pemerintah, pihak keluarga serta masyarakat harus sungguh-sungguh memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional untuk Dewa Agung Istri Kanya,” kata Wirawan. 

(Baca: Perang Kusamba, Kemenangan Gemilang di Bumi Ilalang)

Mungkin Negara belum mengakui Dewa Agung Istri Kanya sebagai Pahlawan Nasional. Tapi, di hati masyarakat Klungkung, bahkan juga di hati masyarakat Bali, Dewa Agung Istri Kanya adalah seorang pahlawan. Terlebih lagi bagi perempuan Bali, Dewa Agung Istri Kanya dipandang sebagai salah satu simbol penting emansipasi perempuan Bali. (b.)


http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani