Menu

Mode Gelap
Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI Tumpek Landep: Mengasah Senjata Paling Tajam dalam Hidup Siapkan “BMW” untuk Siswa, SMA Paris Gelar Ujian Kepariwisataan Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

Bali Jani · 23 Apr 2015 23:51 WITA ·

Penulis Muda Bali Bersanding dengan Penulis Asing


					Penulis Muda Bali Bersanding dengan Penulis Asing Perbesar

Hari Ini, Bali Emerging Writers Fertival Dimulai 


Dua penulis muda Bali, I Putu Supartika dan Ni Wayan Idayati dihadirkan bersama penulis muda dari daerah lain di Indonesia serta penulis asing dalam Bali Emerging Writers Festival (BEWF). Acara tahunan yang berafiliasi dengan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) itu dimulai Jumat (24/4) hari ini hingga Minggu (26/4) di Dannes Art Veranda, Denpasar. 


Supartika merupakan penulis muda Bali yang banyak menulis karya sastra berbahasa Bali. Cerpen-cerpen berbahasa Bali yang ditulisnya banyak dimuat di lembaran bahasa Bali Bali Post “Bali Orti”, Pos Bali, majalah Ekspresi. Selain karya berbahasa Bali, Supartika juga menulis cerpen dalam bahasa Indonesia yang dimuat di berbagai media nasional, seperti, DenPostIndopos, buletin Jejak Media, Media Indonesia, Radar Surabaya, koran sastra Mata Banua, buletin Mantra, Ogan Ilir Ekspres dan Jogja Review. Supartika sudah menerbitkan buku kumpulan cerpen berbahasa Bali, Yen Benjang Tiang Dados Presiden (Jika Nanti Saya Jadi Presiden) pada Desember 2014 lalu. 

Idayati juga penulis muda Bali yang cukup produktif. Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, esai dan laporan jurnalistik pernah dimuat di Koran Tempo, Pikiran Rakyat, Bali Post, jurnal Bali Sruti, Koran Renon, serta Bali Tribune. Puisinya dimuat dalam buku antologi Dendang Denpasar Nyiur Sanur, antologi puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI Sauk Seloko, antolongi puisi bersama Lomba Cipta Puisi Komunitas Kopi Andalas. 

Penulis luar yang ikut hadir di antaranya Eka Kurniawan (Jakarta), Valiant Budi (Jakarta), Windy Ariestanty (Jakarta), Aan Mansyur (Makassar), Terra Bajraghosa (Yogyakarta), serta sineas Lucky Kuswandi (Jakarta). Selain itu, sejumlah penulis muda asing juga ikut hadir, seperti Noor Hasnah, Deborah Emmanuel (Singapura), Omar Sakh dan Lou Heinrich (penulis Australia pertukaran Emerging Writers Festival).

Pendiri dan Direktur UWRF, Janet DeNeefe, Kamis (23/4) menjelaskan peran media sosial dalam dunia penulisan, terutama bagi penulis muda, menjadi tema penting yang didiskusikan dalam BEWF. Bagi penulis muda, media sosial dapat menjadi ajang berbagi pengalaman, gagasan dan tulisan yang mudah diakses publik.

Janet mengajak remaja bisa mengambil sisi positif media sosial. Dominasi media sosial bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan minat baca dan menulis sehingga bisa melahirkan karya sastra yang berkualitas. 

BEWF 2015 mengagendakan sejumlah acara, di antaranya diskusil panel, pemutaran film, workshop, musik, pertunjukan sastra serta ruang komunitas keratif. Jumat ini dilangsung acara workshop penulisan catatan perjalanan, diskusi panel “Menulis untuk Mendunia”, diskusi “With or Without Words“, peluncuran buku dan pameran fotografi, pertunjukan musik “Celebration Night” serta Pasar Menggelinjang “Creative Art Market“. Seluruh rangkaian acara dinyatakan gratis. (b.)
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 145 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI

31 Mei 2026 - 10:51 WITA

Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung

27 Februari 2026 - 15:12 WITA

Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

17 Februari 2026 - 22:31 WITA

Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

16 Februari 2026 - 22:37 WITA

Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali

15 Februari 2026 - 21:45 WITA

Ketika Presiden Soroti Sampah Pantai Kuta, Jangan Lupakan Amanat UU Pengelolaan Pesisir

5 Februari 2026 - 06:02 WITA

Trending di Bali Jani