Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Bali Jani · 3 Apr 2015 02:48 WITA ·

Gerhana Bulan Besok Sore, Begini Ramalan Tradisi Bali


					Gerhana Bulan Besok Sore, Begini Ramalan Tradisi Bali Perbesar

Gerhana bulan total Juni 2011 (id.wikipedia.org)

Fenoman alam gerhana bulan total kembali terjadi, Sabtu (4/4) besok sore. Bagi orang Kristen, gerhana bulan yang biasa disebut “bulan merah darah” (blood moon) ini dimaknai secara khusus karena terjadi dalam suasana perayaan hari Paskah. Bagi orang Bali, gerhana bulan kali ini mendapat catatan tersendiri karena terjadi sehari setelah Purnama Kadasa. Tahun lalu, juga pada Sasih Kadasa (bulan ke sepuluh dalam kalender Bali), terjadi gerhana matahari cincin. 


(Baca: Ini Makna Gerhana Matahari dan Bulan Menurut Tradisi Bali)

Gerhana bulan total besok bisa dilihat dari wilayah Indonesia. Gerhana diperkirakan mulai pukul 15.59.6 Wita. Tapi, gerhana total dimulai pukul 18.54.1 Wita. Puncak gerhana pada pukul 19.00.2 Wita dan berakhir pada pukul 19.06.3 Wita. 

Banyak orang meyakini gerhana bulan besok sore sebagai pertanda kurang baik. Dalam tradisi Bali, gerhana bulan yang terjadi pada Sasih Kadasa memang dimaknai sebagai pertanda tidak baik. Orang Bali meyakini gerhana bulan saat Sasih Kadasa sebagai pertanda raja atau pemerintah sedang bertentangan dan terjadi krisis ekonomi (penghidupan). 
Lazada Philippines
Selain itu, tradisi Bali juga meramalkan gerhana berdasarkan hari terjadinya. Jika gerhana bulan terjadi pada hari Sabtu, seperti gerhana bulan total besok sore, diyakini sebagai pertanda akan muncul banyak pencuri dan garam akan susah dicari. Garam yang susah dicari, menurut sejumlah penekun spiritual merupakan simbolik susahnya mencari penghidupan. 

Pertanda ini kemudian dikaitkan dengan kondisi sosial, politik dan ekonomi masyarakat belakangan ini. “Soal pemerintahan yang bertentangan sepertinya memang terbukti. Begitu juga mengenai krisis ekonomi memang sedang kita alami,” kata Nyoman Sarja, seorang warga Badung. 

Namun, gerhana bulan sebetulnya sebuah fenomena alam biasa. Gerhana bulan total terjadi saat seluruh penampang bulan terutup oleh bayangan bumi. Bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga cahaya matahari tidak bisa mencapai bulan karena terhalangani bumi (id.wikipedia.org).

Gerhana bulan bisa dilihat dengan mata telanjang serta tidak berbahaya bagi manusia. (b.)




http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani