Teks: I Putu Jagadhita
Hari ini, Senin, 5 Mei 2014, sebanyak 60.175 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiah di Bali mengikuti Ujian Nasional (UN). Selain itu, UN juga diikuti 33 siswa SMP-LB. UN berlangsung selama empat hari hingga Kamis, 8 Mei mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardani mengungkapkan pelaksanaan UN SMP/MTs kali ini berbeda dengan UN SMA/MA, SMK yang dijaga ekstraketat Pengawas Satuan Pendidikan UN dari perguruan tinggi negeri yang dikoordinatori Universitas Udayana. UN SMP/MTs hanya akan diawasi tim pengawas dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali dan Disdikpora setiap kabupaten/kota di Bali, serta dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Bali. Pengawasan ruangan ujian akan dilakukan guru-guru dengan menggunakan sistem silang. Guru-guru di satu sekolah tidak mungkin akan mengawasi anak didiknya sendiri. Kendati begitu, pelaksanaan UN SMP/MTs diyakini tetap berjalan jujur dan tanpa kecurangan.
UN SMP/MTs tahun 2013 lalu diikuti 59.407 siswa. Kelulusan mencapai 99,61%. Tapi tercatat 230 siswa tidak lulus, terbanyak di Buleleng 182 siswa dan paling sedikit di Klungkung, Jembrana, Tabanan dan Badung masing-masing seorang siswa.
Secara nasional, prestasi para siswa SMP/MTs dalam UN tahun 2013 sangat baik karena selalu mampu menembus 10 besar nasional. Sebagaimana dikutip dari litbang.kemdikbud.go.id, nilai rerata tertinggi Bali 6,45 dan berada di urutan 7. SMP 1 Denpasar bertengger di urutan 6 jajaran SMP/MTs dengan nilai rerata tertinggi, yakni 9,05. Bahkan, satu seorang siswa SMP 1 Denpasar, Anak Agung Ayu Vira Sonia menyabet peringat 3 nasional sebagai siswa peraih nilai tertinggi, yakni 9,90. Bali menargetkan mempertahankan prestasi nasional itu. (b.)
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI