Menu

Mode Gelap
Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi “Pacingkreman”, Kearifan Lokal Bali yang Mendasari Pendirian LPD Rayakan HUT ke-38, SMA Paris Klungkung “Rises From Pandemic” Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

Bali Terkini · 5 Mei 2012 13:12 WITA ·

Ada Malaysia Dalam Ritual Agama Hindu di Bali


					Ada Malaysia Dalam Ritual Agama Hindu di Bali Perbesar

*Dupa Lokal Terancam Dupa Import

Teks: I Made Sujaya

BOLEH saja orang Indonesia, termasuk Bali, memandang negatif Malaysia. Sejumlah kasus hubungan buruk Indonesia-Malaysia kerap memantik sikap antipati orang Bali terhadap Negeri Jiran itu. Orang Bali pernah marah besar ketika Tari Pendet diklaim Malaysia. Tapi, jarang yang tahu, ritual keagamaan orang Bali kini sudah diwarnai dengan produk Malaysia. Tengoklah dupa yang dipakai saat ritual keagamaan orang Bali, akan tampak sejumlah produk Malaysia. Produk dupa Malaysia yang sudah familiar bagi orang Bali yakni dupa Thurga’s.  

Ibu Niko, seorang ibu rumah tangga di Denpasar mengaku senang menggunakan dupa Thurga’s karena aromanya yang kuat dan dupanya terus menyala sampai ujung terakhir. “Saya sudah sejak lama menggunakan dupa ini. Kalau untuk mabanten sehari-hari, baru saya gunakan dupa lokal,” kata Ibu Niko. 

Pasaran dupa harum di Bali juga menempatkan dupa Thurga’s asal Malaysia di jajaran teratas. Permintaan dupa Thurga’s di Bali terbilang sangat tinggi. Ketut Samiarsa, seorang agen dupa Thurga’s menuturkan lebih gampang menawarkan dupa Thurga’s dibanding dupa-dupa lainnya. Selain karena sudah dikenal, dupa Thurga’s juga memiliki aroma yang kuat. “Sales juga lebih senang membawa dupa Thurga;s karena cepat laku,” kata Samiarsa. 

Penjual dupa di kawasan Gianyar, Luh Suwita Utami mengakui dupa Thurga’s memang laku keras. Sampai-sampai dupa Thurga’s dipalsu orang. Sejatinya, saingan terhadap dupa Thurga’s banyak muncul. Belakangan dupa-dupa Cina dan India juga membanjiri pasar dupa Bali. Meski harganya lebih mahal, dupa-dupa ini diburu konsumen. Dupa-dupa impor ini memiliki kesan lebih berkualitas daripada dupa-dupa lokal. “Bahannya lebih berkualitas, aromanya juga lebih berkualitas. Dupa-dupa India malah lebih variatif dan kemasannya lebih bagus,” kata Ketut Ardana, seorang penggemar dupa India. 

Dupa-dupa Cina sudah lama membanjiri pasar dupa Bali. Malah, stik dupa Cina juga digunakan perajin dupa di Bali untuk memproduksi dupanya. Salah seorang perajin dupa lokal Putri Bulan mengaku dupa-dupa lokal kini mendapat saingan berat dari dupa Cina, India dan Malaysia. Tapi, untuk penggunaan sehari-hari, masyarakat Bali masih setia menggunakan dupa-dupa lokal. Itu sebabnya, pemerintah diminta untuk memperhatikan para perajin dupa lokal. Jangan sampai perajin dupa lokal kalah bersaing di rumah sendiri. Kebutuhan dupa di Bali semestinya dipenuhi pasar lokal, bukan didominasi dupa impor. 

Penulis buku-buku agama Hindu, Drs. I Ketut Wiana, M.Ag., menilai derasnya dupa-dupa impor di Bali memang memprihatinkan. Tapi hal itu mesti menjadi cambuk bagi perajin dupa lokal untuk terus berjuang meningkatkan kualitas produknya agar bisa lebih baik atau setidaknya sejajar dengan dupa impor. “Agar bisa mencapai itu, pemerintah memang harus membantu para perajin dupa lokal agar tak terus tersingkir dalam persaingan,” kata Wiana. (b.)
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kekenyalan Budaya, Kunci Adaptasi Masyarakat Bugis di Bali

8 Februari 2014 - 22:17 WITA

Benahi Karut-Marut Bangsa dengan Mengubah Paradigma Pembelajaran

20 Juli 2013 - 11:59 WITA

14 Penulis Bali Terima Widya Pataka

11 Desember 2007 - 05:13 WITA

Trending di Bali Terkini