Menu

Mode Gelap
Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI Tumpek Landep: Mengasah Senjata Paling Tajam dalam Hidup Siapkan “BMW” untuk Siswa, SMA Paris Gelar Ujian Kepariwisataan Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

Bali Jani · 31 Agu 2013 21:13 WITA ·

Hari Ini, Cok Sawitri Luncurkan Tiga Buku


					Hari Ini, Cok Sawitri Luncurkan Tiga Buku Perbesar

Sastrawan Cok Sawitri kembali meluncurkan tiga buku karyanya sekaligus, Minggu (1/9) hari ini. Ketiga buku itu, Baruni Jembaran Surga (kumpulan cerpen), Setahun Kematian Semilyar Nyanyianku Mati, Kiamatku dalam Jarak 3 Centimeter (buku puisi) serta Widow of Jirah(terjemahan novel Janda dari Jirah). Ketiga buku ini diterbitkan secara indie, diterbitkan sendiri.
Cok Sawitri

Peluncuran ketiga bukunya ini akan dilaksanakan di lorong halaman rumah adiknya, di bilangan Panjer, Denpasar Selatan. Peluncuran mengusung tema “Kembali ke Karang Umah, Menumbuhkan Pohon Estetika”.

Acara peluncuran akan diisi tayangan perjalanan proses kreatif Cok Sawitri baik dalam teater, puisi, novel dan keaktivannya dalam dunia gerakan. Seperti biasa, peluncuran bakal dimeriahkan dengan pertunjukan dan pembacaan puisi. Rencananya, pertunjukan yang dipentaskan yakni karya Dayu Ani yang berjudul “Bibi Anu”. Sejumlah penyair juga akan membacakan puisi diiringi piano.

Cok Sawitri lahir di Sidemen, Karangasem, Bali, 1 September 1968, kini tinggal di Denpasar, Bali. Ia dikenal sebagai aktivis teater.Pertengahan tahun 2006, ia berkolaborasi dengan Dean Moss dari New York dalam acara Dance Theater.

Selain sebagi aktivis teater, Cok juga menulis beberapa artikel, puisi, cerita pendek dan juga aktif dalam aktifitas budaya sosial sebagai pendiri Forum Perempuan Mitra Kasih Bali ditahun 1997 dan Kelompok Tulus Ngayah di  tahun 1989.

Karya-karya  pementasan Cok sawitri di antaranya Meditasi Rahim (1991), Pembelaan Dirah dan puisi Ni Garu (1996), Permainan Gelap Terang (1997), Sekuel Pembelaan Dirah (1997), Hanya Angin Hanya Waktu (1998), Puitika Melamar Tuhan (2001), Anjing Perempuanku, di Denpasar, Singaraja, Karangasem (2003), Aku Bukan Perempuan Lagi (2004).

Cok Sawitri menjadi salah seorang perempuan pengarang Bali yang cukup produktif. Karya-karyanya kental dengan renungan spiritual dibalut penjelajahan dan pemaknaan tradisi lokal. Tiga novelnya yang diperhitungkan di dunia sastra Indonesia modern, yakni Janda dari Jirah yang masuk nominasi Khatulistiwa Award, Sutasoma dan Tantri: Perempuan yang Bercerita. (b.)
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI

31 Mei 2026 - 10:51 WITA

Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung

27 Februari 2026 - 15:12 WITA

Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

17 Februari 2026 - 22:31 WITA

Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

16 Februari 2026 - 22:37 WITA

Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali

15 Februari 2026 - 21:45 WITA

Ketika Presiden Soroti Sampah Pantai Kuta, Jangan Lupakan Amanat UU Pengelolaan Pesisir

5 Februari 2026 - 06:02 WITA

Trending di Bali Jani