Menu

Mode Gelap
Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI Tumpek Landep: Mengasah Senjata Paling Tajam dalam Hidup Siapkan “BMW” untuk Siswa, SMA Paris Gelar Ujian Kepariwisataan Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

Bali Jani · 9 Apr 2015 13:41 WITA ·

Pendapatan Perkapita Penduduk Bali Meningkat, Jumlah Warga Miskin Juga Bertambah


					Pendapatan Perkapita Penduduk Bali Meningkat, Jumlah Warga Miskin Juga Bertambah Perbesar

Potret warga miskin di sebuah desa di Bali sekitar tahun 2006.


Pendapatan perkapita penduduk Bali mengalami peningkatan sebesar 11,04% pada tahun 2014. Pada tahun 2013, pendapatan perkapita penduduk Bali tercatat Rp 23,31 juta perkapita per tahun. Pada tahun 2013 naik menjadi Rp 25,88 juta per kapita per tahun. Namun, pada saat yang sama, jumlah warga miskin di Pulau Dewata ini juga naik dari 4,49% pada periode September 2013 menjadi 4,76% pada periode yang sama tahun 2014.

Data-data ini diungkapkan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika saat menyampaikan pidato Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Provinsi Bali Tahun 2014 dalam sidang paripurna DPRD Bali, awal pekan ini. 

“Jumlah penduduk miskin di Bali mencapai 195 ribu orang,” kata Mangku Pastika. 

Namun, Mangku Pastika menyatakan angka kemiskinan di Bali masih lebih rendah jika dibandingkan angka kemiskinan secara nasional yang mencapai 10,96% atau 27,73 juta jiwa. Bali berada di urutan kedua setelah DKI Jakarta dalam peringkat provinsi dengan jumlah penduduk miskin terendah di Indonesia. 

Mangku Pastika beralasan, kenaikan jumlah penduduk miskin lebih dikarenakan peningkatan garis kemiskinan menjadi Rp 301.747 perkapita per bulan pada September 2014. 

Secara makro, imbuh Mangku Pastika, perekonomian Bali menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang tahun 2014, Bali berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6,18%. Hanya memang, terjadi peningkatan inflasi yang cukup signifikan, mencapai 8,43%. Hal ini dipicu meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada pengujung tahun 2014. 

Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry dalam dialog terbuka “Elaborasi Pemecahan Masalah Kemiskinan di Bali”, Selasa (7/4) lalu mengingatkan agar pemerintah tidak hanya memperhatikan penduduk miskin, tetapi juga masyarakat yang hampir miskin dan rentan miskin lainnya. Jumlah penduduk dalam kategori ini cukup besar, mencapa 19,51%. 

“Mereka bisa menjadi miskin jika pemerintah salah mengambil kebijakan,” kata Sugawa Korry. 

Namun, wakil rakyat dari daerah pemilihan Buleleng ini juga mendorong pihak swasta ikut berperan mengatasi masalah penduduk miskin di Bali. Caranya, dengan mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. 

Mangku Pastika yang juga hadir dalam dialog juga mengharapkan hal serupa. Semua pihak, kata Mangku Pastika, mesti menyatukan langkah dalam mengentaskan masyarakat miskin di Bali. Dia meminta agar masyarakat Bali tidak berpuas diri dengan pendapatan perkapita Rp 25,88 juta perkapita per tahun karena hal itu baru diukur dari sudut makro. (b.)
________________________________ 

Penulis: I Made Sujaya 
Foto: I Made Sujaya
Penyunting: Ketut Jagra
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI

31 Mei 2026 - 10:51 WITA

Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung

27 Februari 2026 - 15:12 WITA

Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

17 Februari 2026 - 22:31 WITA

Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

16 Februari 2026 - 22:37 WITA

Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali

15 Februari 2026 - 21:45 WITA

Ketika Presiden Soroti Sampah Pantai Kuta, Jangan Lupakan Amanat UU Pengelolaan Pesisir

5 Februari 2026 - 06:02 WITA

Trending di Bali Jani