Menu

Mode Gelap
Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI Tumpek Landep: Mengasah Senjata Paling Tajam dalam Hidup Siapkan “BMW” untuk Siswa, SMA Paris Gelar Ujian Kepariwisataan Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

Bali Jani · 24 Apr 2015 22:03 WITA ·

Festival Semarapura, Cara Klungkung Mem-“branding” Diri


					Festival Semarapura, Cara Klungkung Mem-“branding” Diri Perbesar

Sabtu (25/4) hari ini, sebuah hajatan khusus digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung. Namanya, Festival Semarapura I. Inilah pesta budaya Kota Serombotan yang digelar serangkaian peringatan ke-107 Puputan Klungkung dan hari jadi ke-23 Kota Semarapura. Selain Festival Semarapura, juga digelar Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara di Puri Agung Klungkung. 

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta secara terang-terangan menyebut kegiatan ini sebagai upaya mempromosikan (branding) pariwisata Klungkung di mata dunia. “Semua kegiatan nanti kita dokumentasikan seperti Festival Nusa Penida I sebagai upaya mem-branding Klungkung,” kata Bupati yang berasal dari Nusa Lembongan ini.
Festival Semarapura mengusung tema “Atita, Wartamana, Nagata”, sebuah filosofis dalam masyarakat Hindu-Bali tentang kearifan memandang kegemilangan masa lampau inspirasi perjuangan hari ini untuk kecemerlangan masa depan. Tema ini tampaknya didasari kesadaran tentang Klungkung yang memiliki sejarah gemilang di masa silam, terutama ketika Gelgel menjadi pusat orientasi politik dan kultural masyarakat Bali.
Itu mungkin sebabnya, dalam Festival Semarapura kali ini ditampilkan sebuah garapan tari kebersaran yang diberi tajuk “Dalem Watu Renggong”. Sejarah Bali memang mencatat kegemilangan Bali di bawah kepemimpinan Dalem Watu Renggong. Di masa kepemimpinannya Bali tidak saja mampu memperluas daerah kekuasaan hingga ke Blambangan dan Lombok, tetapi juga mampu menumbuhsuburkan kebudayaan Bali, terutama dalam bidang kesusastraan.
Selain itu, Festival Semarapura juga akan menampilkan pementasan tari pendet massal (catur lawa). Panitia menyebut penari yang tampil sebanyak 2015 orang. Acara menarik lainnya, regenerasi tradisi seni lukis wayang Kamasan di Bale Kambang Kertagosa, pameran batu pertama, grama gong tiga dimensi, parade band se-Bali, serta touring objek wisata di seputaran Klungkung, seperti Goa Jepang, Goa Lawah, pengrajin gong Tihingan, Kertagosa, Kamasan, Watuklotok, dan Pasar Seni Klungkung.

Pemkab Klungkung merogoh kocek lumayan besar untuk mendukung acara ini, sekitar Rp 1,2 milyar.  (b.)
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 480 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI

31 Mei 2026 - 10:51 WITA

Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung

27 Februari 2026 - 15:12 WITA

Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

17 Februari 2026 - 22:31 WITA

Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

16 Februari 2026 - 22:37 WITA

Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali

15 Februari 2026 - 21:45 WITA

Ketika Presiden Soroti Sampah Pantai Kuta, Jangan Lupakan Amanat UU Pengelolaan Pesisir

5 Februari 2026 - 06:02 WITA

Trending di Bali Jani