Menu

Mode Gelap
Jadikan Semangat Perang Kusamba Inspirasi Menjaga Warisan Budaya Nyepi Segara Habis PKB, Terbitlah FSBJ: Merajut Kesinambungan Seni Tradisional dan Modern Fleksibel dan Adaptif, Arja Takkan Pernah Mati PKB 2025 Siap Menyala, Membawa Bali Bersinar “Masayut Tipat”, Sucikan Diri Songsong Era Baru

Bali Jani · 19 Jul 2025 23:18 WITA ·

Habis PKB, Terbitlah FSBJ: Merajut Kesinambungan Seni Tradisional dan Modern


					Habis PKB, Terbitlah FSBJ: Merajut Kesinambungan Seni Tradisional dan Modern Perbesar

Daya hidup seni di Bali memang takkan pernah padam. Tak hanya seni tradisional, seni modern juga tumbuh subur di Pulau Dewata. Hajatan seni tradisional Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII yang berlangsung sebulan sudah ditutup, Sabtu, 19 Juli 2025 malam. Namun, masyarakat Bali kembali disuguhi ajang seni modern bertajuk Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VII mulai Sabtu, 19 Juli 2025 hingga Senin, 28 Juli 2025.

Penutupan PKB XLVII dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, Sabtu, 19 Juli 2025  ditandai dengan pemutaran Padma Asta Dala. Pada saat itu juga sekaligus diluncurkan tema PKB XLVIII Tahun 2026, yaitu “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, yakni Memuliakan Jiwa Paripurna” sekaligus dibuka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VII Tahun 2025 yang mengusung tema “Semesta Cipta Jagat Kerthi: Harmoni Bumi Bali”.

Gubernur Koster menyerahkan piagam penghargaan kepada Putu Gede Raka Prama Putra, wartawan Pos Bali, yang memenangi lomba berita kisah PKB.

Pada acara penutupan ini juga diserahkan penghargaan wimbakara (lomba) untuk para juara lomba, tetapi hanya juara I. Penghargaan juara II, III, dan juara harapan telah diserahkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Bali di Gedung Ksirarnawa pada sore hari.

Selain itu, Gubernur Koster juga menyerahkan penghargaan Adhi Sewaka Nugraha kepada 9 orang seniman yang berjasa dalam penguatan dan pemajuan seni tradisi klasik dan/atau kesenian rakyat berupa piagam dan uang pembinaan sebesar masing-masing Rp 50 juta. Kesembilan seniman itu, yakni, I Gusti Made Raka Bawa (Seniman Pedalangan), I Komang Sukarya, S.Sn. (Seniman Karawitan), I Gusti Ngurah Serama Semadi, SSP., M.Si. (Seniman Tari), Tjok Istri Putra Padmini, SST., M.Sn. (Seniman Tari), Dr. Ni Made Arshiniwati, SST.,M.Si. (Seniman Tari), Drs. I Wayan Sujana (Seniman Tari), Ida Bagus Kartika (Seniman Karawitan), Ida Made Adi Putra (Seniman Pedalangan), dan I Made Raka Sukada (Seniman Pedalangan).

Gubernur Koster mengapresiasi para seniman yang mendapat penghargaan atas dedikasinya dalam berkarya dan berinovasi dalam bidang seni budaya untuk terus menjaga, melindungi dan memajukan seni budaya di Provinsi Bali. Menurutnya, para seniman ini yang dengan penuh dedikasi dan konsisten berkarya dan berinovasi dalam bidang seni budaya.

“Kita nggak khawatir karena ternyata pegiatnya terus muncul dan terus menampilkan karya-karya terbaiknya, sehingga budaya Bali selalu hidup dan tidak kan pernah mati,” ujar Koster.

Gubernur Koster mengungkapkan karya seni yang ditampilkan selama PKB tahun 2025 ini berbasis pada kearifan lokal atau sejarah wilayah sekaa/komunitas seni masing-masing. Hal ini menunjukkan keberagaman seni yang ada di Bali. Bahkan para senimannya dari muda hingga tua. Ini menandakan bahwa generasi yang menjadi pelaku seni budaya Bali tidak saja dilakukan oleh orang tua (pengelingsir), tetapi oleh anak-anak muda. Begitu juga antusias masyarakat Bali menyaksikan pementasan seni selalu ramai. Bahkan, setiap pementasan seni di Panggung Terbuka Ardha Candra selalu penuh.

“Kita bersyukur di Bali, melalui Pesta Kesenian Bali ini yang menjadi seniman tampil dengan karya-karyanya semakin bagus, semakin apik, semakin berkualitas. Para sekaa juga semakin banyak, makin berkualitas. Karya seninya juga semakin banyak, makin unik. Dan penontonnya, pengunjungnya semakin banyak. Apa artinya? Seni budaya kita di Bali hidup,” ungkapnya.

Menurut Koster, Bali adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang dengan konsisten mampu menjaga seni budayanya melalui event PKB. Menurut Koster, PKB adalah bagian dari strategi pemerintah provinsi untuk terus memperkuat dan memajukan kebudayaan Bali. Sebab, budaya menjadi penopang kehidupan utama bagi Bali dalam menunjang kemajuan pariwisata Bali.

“Kita astungkara dianugerahi budaya yang kaya, unik, dan unggul. Sepanjang kita bisa menjaga ini dengan baik, sepanjang itulah Bali ini akan tetap eksis dan survive secara berkelanjutan,” tegasnya.

Terkait FSBJ VII tahun 2025, Gubernur Koster berharap seni yang ditampilkan semakin maju dari tahun ke tahun. “Jadi kita di Bali sudah memiliki 2 wahana untuk memajukan budaya Bali, yaitu seni tradisi dalam bentuk Pesta Kesenian Bali dan seni modern/kontemporer melalui wahana Festival Seni Bali Jani. Lengkap kita di Bali. Astungkara, luar biasa Bali ini,” tandasnya.

Penutupan PKB XLVII Tahun 2025 dimeriahkan Tari Baris Bandana Manggala Yuda dari Sanggar Seni Lokananta yang diiringi Sanggar Seni Kokar Bali yang berkolaborasi dengan SMKN 3 Sukawati Gianyar. Juga dipentaskan Rekasedana (Pergelaran) berjudul “Maya Kala Tekno”.

1,6 Juta Pengunjung, Transaksi Rp 16,3 Miliar

Selama digelar sejak 21 Juni 2025, jumlah kunjungan ke PKB telah mencapai 1.639.543 orang lebih. Sementara jumlah transaksi mencapai Rp 16,3 miliar lebih. Pasalnya, PKB XLVII Tahun 2025 tidak saja sebagai ajang pementasan seni dan budaya, juga sebagai wahana untuk memasarkan kerajinan IKM/UMKM serta kuliner khas Bali.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan ada sebanyak 137 stand pameran kerajinan IKM/UMKM Bali Bangkit yang berpartisipasi dalam PKB XLVII tahun 2025. Tersebar di dalam Gedung Ksirarnawa, di luar gedung Ksirarnawa, dan di Gedung Ardha Candra Taman Budaya Bali.

Di dalam Gedung Ksirarnawa terdapat 2 jenis produk IKM/UMKM. Yaitu, produk tenun sebanyak 32 stand dan produk perhiasan (emas dan perak) sebanyak 20 stand. Di luar Gedung Ksirarnawa terdapat 42 stand kerajinan dan produk lainnya yang dipamerkan. Sedangkan, di Gedung Ardha Candra terdapat 2 jenis produk IKM/UMKM yang dipamerkan. Yaitu, produk fashion sebanyak 34 stand dan 9 stand produk tas & produk kulit lainnya.

Diungkapkan, sejak PKB XLVII dimulai pada 21 Juni 2025 hingga 17 Juli 2025 total transaksi di pameran IKM/UMKM Bali bangkit mencapai Rp11.569.514.100.

Selain pameran produk kerajinan, di PKB XLVII tahun 2025 ini juga melibatkan sebanyak 52 pameran UMKM kuliner yang dimotori oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali. Pameran kuliner ini tersebar di kawasan Taman Budaya Bali yang menyajikan kuliner khas Bali.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Try Arya Dhyana Kubontubuh mengatakan omzet penjualan UMKM kuliner tradisional di PKB sejak dibuka 21 Juni sampai 17 Juli 2025 sebesar Rp4.736.969.000 dari 52 stand UMKM kuliner tradisional.

Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Bali I Wayan Mardika Bhuwana mengungkapkan hingga 17 Juli 2025 total kunjungan ke PKB XLVII mencapai 1.639.543 orang, yang terdiri dari 2.461 orang wisatawan asing.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jadikan Semangat Perang Kusamba Inspirasi Menjaga Warisan Budaya Nyepi Segara

5 November 2025 - 20:53 WITA

Fleksibel dan Adaptif, Arja Takkan Pernah Mati

24 Juni 2025 - 20:09 WITA

PKB 2025 Siap Menyala, Membawa Bali Bersinar

20 Juni 2025 - 19:54 WITA

Raih Rancage, Ini Tiga Keunggulan Buku Renganis Karya Komang Sujana

1 Februari 2025 - 10:20 WITA

Memuliakan Bahasa, Mengharmonikan Semesta Raya

31 Januari 2025 - 21:47 WITA

Babak Pertama yang Membosankan, Babak Kedua yang Menegangkan

29 Januari 2025 - 05:43 WITA

Trending di Bali Jani