Menu

Mode Gelap
Tumpek Landep: Mengasah Senjata Paling Tajam dalam Hidup Siapkan “BMW” untuk Siswa, SMA Paris Gelar Ujian Kepariwisataan Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

Bali Jani · 20 Jun 2025 19:54 WITA ·

PKB 2025 Siap Menyala, Membawa Bali Bersinar


					PKB 2025 Siap Menyala, Membawa Bali Bersinar Perbesar

Saatnya tiba. Hiruk pikuk seni budaya Bali kembali bergema. Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025 siap dibuka Sabtu, 21 Juni 2025. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon dijadwalkan membuka hajatan tahunan seniman Bali itu.

Dinas Kebudayaan Provinsi Bali memantapkan persiapan dengan menggelar gladi bersih pawai seni Peed Aya, Jumat, 20 Juni 2025, di dua lokasi utama, yakni di depan Monumen Bajra Sandhi Renon dan Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali. Sebanyak 10 peserta—terdiri dari ISI Denpasar dan 9 kabupaten/kota se-Bali—siap menampilkan atraksi terbaik mereka dalam pawai yang menjadi simbol kebangkitan kreativitas dan identitas budaya Bali.

Pawai akan diawali oleh garapan kolosal ISI Denpasar, dengan atraksi Gamelan Adi Merdangga dan Tari Siwa Nataraja sebagai lambang sakral pembuka PKB. Setelah itu, tampil berurutan: Karangasem, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, Tabanan, Gianyar, Kota Denpasar, dan ditutup Kabupaten Badung. Setiap peserta mendapat waktu 10 menit untuk unjuk karya di hadapan tamu kehormatan.

Rute Peed Aya mengalir mengikuti arah purwa daksina (searah jarum jam), dimulai dari simpang tiga Jl. Ir. H. Juanda dan Jl. Raya Luputan, dengan start utama tepat di depan ujung timur panggung kehormatan pertama, dan berakhir di depan Kantor Kemenkeu Wilayah Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Bali, I Gede Arya Sugiartha, mengatakan gladi ini penting untuk menyelaraskan waktu dan koordinasi teknis, karena pelaksanaan pawai dan pembukaan PKB berlangsung di dua titik terpisah. Pelepasan pawai dilakukan pukul 14.00 wita di Renon, dan pembukaan resmi dilakukan pukul 20.00 wita di Ardha Candra.

Sejumlah pejabat negara juga dijadwalkan hadir, seperti Menteri Pariwisata, Wakil Menparekraf, Mensesneg, hingga Mendagri—meski masih menunggu konfirmasi kehadiran langsung. Yang sudah dipastikan hadir adalah Menbud Fadli Zon, bahkan telah disiapkan dua busana adat Bali untuk menyambutnya di dua lokasi acara.

Tak hanya soal pertunjukan, PKB kali ini juga memberi perhatian lebih kepada kenyamanan penonton. Disbud Bali menyiapkan tribun penonton berkapasitas 2.500 orang, membentang dari timur ke barat panggung kehormatan. Langkah ini sebagai bentuk kesetaraan dan penghormatan terhadap masyarakat.

“Kami ingin semua merasa dihargai. Tidak hanya pejabat yang duduk nyaman. Penonton pun harus dapat fasilitas yang layak. Ini perintah langsung Pak Gubernur agar PKB jadi ruang milik semua lapisan,” tegas Arya Sugiartha.

Dengan semangat gotong royong, karya agung dan penghormatan pada warisan leluhur, PKB ke-47 siap menyala, membawa Bali bersinar di panggung budaya nasional dan dunia

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung

27 Februari 2026 - 15:12 WITA

Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

17 Februari 2026 - 22:31 WITA

Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

16 Februari 2026 - 22:37 WITA

Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali

15 Februari 2026 - 21:45 WITA

Ketika Presiden Soroti Sampah Pantai Kuta, Jangan Lupakan Amanat UU Pengelolaan Pesisir

5 Februari 2026 - 06:02 WITA

Aksara Bali Naik Kelas, Dari Panggung Budaya ke Etalase Produk

1 Februari 2026 - 22:32 WITA

Trending di Bali Jani