Menu

Mode Gelap
Jadikan Semangat Perang Kusamba Inspirasi Menjaga Warisan Budaya Nyepi Segara Habis PKB, Terbitlah FSBJ: Merajut Kesinambungan Seni Tradisional dan Modern Fleksibel dan Adaptif, Arja Takkan Pernah Mati PKB 2025 Siap Menyala, Membawa Bali Bersinar “Masayut Tipat”, Sucikan Diri Songsong Era Baru

Bali Jani · 5 Mar 2023 07:55 WITA ·

Pasraman Hindu Mesti Modern Tanpa Meninggalkan Tradisi


					Ketua Dekorkab PPPI Kabupatern Badung, I Nyoman Sarjana (nomor tiga dari kiri) menyerahkan kenang-kenangan berupa buku-buku Hindu kepada Ketua Pasraman Jnana Surya Kantha Desa Kapal, Ida Bagus Surya Miasa (paling kanan) dalam kunjungan Sabtu, 4 Maret 2023. Perbesar

Ketua Dekorkab PPPI Kabupatern Badung, I Nyoman Sarjana (nomor tiga dari kiri) menyerahkan kenang-kenangan berupa buku-buku Hindu kepada Ketua Pasraman Jnana Surya Kantha Desa Kapal, Ida Bagus Surya Miasa (paling kanan) dalam kunjungan Sabtu, 4 Maret 2023.

Pasraman Hindu mesti adaptif dengan perkembangan zaman, terlebih berhadapan dengan generasi milenial. Selain merawat tradisi keagamaan, pasraman Hindu juga harus dikelola secara modern. Wajah pasraman Hindu masa depan mestilah pasraman yang modern tanpa meninggalkan tradisi.

Pandangan itu disampaikan Ketua Dewan Koordiantor Kabupaten Perkumpulan Pendidik Pasraman Indonesia (Dekorkab PPPI) Kabupaten Badung, I Nyoman Sarjana saat mengunjungi Pasraman Jnana Surya Kantha, Desa Kapal, Badung, Sabtu, 4 Maret 2023. Ini kunjungan pertama Sarjana setelah terpilih sebagai Ketua Dekorkab PPPI Kabupaten Badung beberapa waktu lalu. Turut serta dalam kunjungan itu, Kepala Seksi Agama Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Agung Istri Agung.

“Kita harus sadar kebutuhan umat tidak hanya aspek ritual keagamaan. Pasraman harus mampu menjawab berbagai masalah dalam kehidupan di zaman modern dan kompleks ini,” kata Sarjana.

Menurut Sarjana, pasraman merupakan lembaga yang sangat penting bagi pembinaan umat Hindu di masa kini dan di masa depan. “Sebagai penglola pasraman kita harus selalu berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan pasraman yang kuat dan relevan dengan kebutuhan umat,” kata doktor ilmu agama Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar itu.

Sarjana mengaku bahagia dapat berkunjung ke Pasraman Jnana Surya Kantha, Kapal. Ketua Pasraman Saraswati Legian, Kuta ini mengapresiasi keberadaan pasraman yang telah berdiri sejak puluhan tahun itu dengan ciri khas kesenian pertunjukan calonarang dan joged bumbung.

Menurut Sarjana, kunjungannya sebagai upaya merangkul semua pengelola pasraman di Badung. Hal ini momentum yang sangat baik, tidak saja bertemu dengan seluruh pengurus, pengajar dan siswa, namun juga kesempatan baik membuat bekerja sama untuk kemajuan dunia pasraman.

I Gusti Agung Istri Agung selaku wakil Kantor Kemenag Kabupaten Badung juga mendukung penuh keberadaan pasraman sebagai mitra kerja pemerintah untuk mempertahankan budaya Bali yang bernafaskan agama Hindu. “Kerja sama baik yang sudah terjalin antara pasraman dan pemerintah semoga semakin kokoh untuk kepentingan umat,” kata Istri Agung.

Ketua Pasraman Jnana Surya Kantha Desa Kapal, Ida bagus Surya Miasa mengapresiasi kunjungan Ketua Dekorkab PPPI Kabupaten Badung serta Kemenag Kabupaten Badung. Dia menjelaskan pasraman yang dipimpinnya selama ini sudah berjalan dengan baik  dengan ikon seni pertunjukan calonarang, seni tabuh, seni tari dan dharma gita.

“Kami berharap ke depan ada perhatian dari pemerintah atau sponsor agar pasraman memiliki seperangkat gong sehingga proses pembelajaran tari dan tabuh saling melengkapi,” katanya. (b.)

  • Laporan: Jagadhita
  • Foto: istimewa
  • Penyunting: I Made Sujaya
Artikel ini telah dibaca 338 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jadikan Semangat Perang Kusamba Inspirasi Menjaga Warisan Budaya Nyepi Segara

5 November 2025 - 20:53 WITA

Habis PKB, Terbitlah FSBJ: Merajut Kesinambungan Seni Tradisional dan Modern

19 Juli 2025 - 23:18 WITA

Fleksibel dan Adaptif, Arja Takkan Pernah Mati

24 Juni 2025 - 20:09 WITA

PKB 2025 Siap Menyala, Membawa Bali Bersinar

20 Juni 2025 - 19:54 WITA

Raih Rancage, Ini Tiga Keunggulan Buku Renganis Karya Komang Sujana

1 Februari 2025 - 10:20 WITA

Memuliakan Bahasa, Mengharmonikan Semesta Raya

31 Januari 2025 - 21:47 WITA

Trending di Bali Jani