Menu

Mode Gelap
Integrasi Literasi dalam Pembelajaran dan Digital Kultur: Workshop Literasi-Numerasi SMPN 1 Selemadeg Timur Tunduk Pada Pararem, LPD Kedonganan Terapkan Laporan Keuangan Adat Bebantenan, Cara Manusia Bali Menjaga Alam Semesta SMAN 1 Ubud dan SMAN 2 Semarapura Juarai Lomba Bulan Bahasa Bali di UPMI Bali Bulan Bahasa Bali VI Jalan Terus, Tapi di Hari Coblosan “Prai” Sejenak

Bali Jani · 2 Jan 2023 17:08 WITA ·

Merawat Kepercayaan Krama, Menahan Laju Inflasi


					Krama dan nasabah LPD Kedonganan beramai-ramai menukarkan kupon paket daging babi Galungan, Senin, 2 Januari 2023 di jaba sisi Pura Bale Agung Desa Adat Kedonganan. Perbesar

Krama dan nasabah LPD Kedonganan beramai-ramai menukarkan kupon paket daging babi Galungan, Senin, 2 Januari 2023 di jaba sisi Pura Bale Agung Desa Adat Kedonganan.

LPD Kedonganan Konsisten Selama 11 Tahun Bagikan Daging Babi Galungan

Selama 11 tahun, LPD Desa Adat Kedonganan konsisten memberikan paket daging babi sebagai kado hari raya Galungan dan Kuningan kepada krama dan nasabahnya. Kado paket daging babi Galungan itu mampu merawat dan meningkatkan kepercayaan krama dan nasabah. Bahkan, program revitalisasi tradisi mapatung Galungan ini dinilai berkontribusi menahan laju inflasi di Kabupaten Badung pada saat tertentu, khususnya pada hari raya Galungan dan Kuningan.

Senin, 2 Januari 2023, bertepatan dengan rahina Penyajaan Galungan, LPD Kedonganan kembali membagikan sekitar 6,9 ton daging babi dan 5,1 daging ayam. Tercatat sebanyak 3.445 paket daging diserahkan kepada 1.255 krama ngarep, 1.767 nasabah krama tamiu/tamiu dan nasabah loyal serta 423 krama pangayah di desa adat, seperti pamangku kahyangan tiga, pamangku prasanak, pamangku dadia, serati banten, karyawan LPD, panglingsir, prajuru desa, kertha desa, sabha desa, pacalang dan BKD, kelian, kepala lngkungan, Badan Pengawas (BP) LPD Kedonganan, ketua sekaa teruna, pengelola kafe dan undangan. Tiap paket daging terdiri atas 2 kg daging ayam, 1,5 kg daging ayam serta uang kehadiran atau uang bumbu senilai Rp 50.000. Total biaya yang dikeluarkan LPD Kedonganan untuk program mapatung ini senilai Rp 805.000.000.

“Program ini merupakan labdha (manfaat) yang diberikan kepada krama dan nasabah. Sudah berjalan 11 tahun atau sekitar 22 kali. Pertama kali program ini diluncurkan 4 Juli 2011,” terang Ketua LPD Kedonganan, I Ketut Madra di sela-sela kegiatan pembagian daging babi Galungan di jaba sisi Pura Bale Agung Desa Adat Kedonganan.

Menurut Madra, LPD Kedonganan memang mengedepankan aspek labdha atau manfaat untuk krama dan desa adat, bukan laba atau keuntungan material. Ukuran kesuksesan LPD Kedonganan bukan lagi keuntungan yang sebesar-besarnya, tetapi manfaat sebanyak-banyaknya yang diterima krama dan desa adat. Ini merupakan konsekuensi dari kekhususan yang diberikan negara kepada LPD sebagai lembaga keuangan komunitas yang menyangga adat dan budaya Bali yang dijiwai ajaran agama Hindu dan kearifan lokal Bali sebagaimana ditegaskan oleh UU No. 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) serta Perda No. 4 tahun 2019 tentang Desa Adat.

Rp 42 Miliar Selama 32 Tahun

LPD Kedonganan berdiri pada 9 September 1990. Selama 32 tahun, LPD Kedonganan telah berjuang memberikan labdha bagi krama dan Desa Adat Kedonganan. Secara akumulatif, jika dihitung secara kuantitatif, total labdha yang diberikan LPD Kedonganan kepada krama dan Desa Adat Kedonganan senilai Rp 42.061.372.561. Jika dibagi berdasarkan pemanfaatannya sesuai tri hita karana, labdha yang diberikan LPD Kedonganan meliputi bidang parahyangan senilai Rp 20.301.392.876, bidang pawongan senilai Rp 10.810.399.929, dan bidang palemahan senilai Rp 10.949.372.561.

“Jika dirata-ratakan, berarti setiap tahun LPD Kedonganan telah mampu memberikan labdha bagi krama dan Desa Adat Kedonganan senilai Rp 1.314.417.892. Ini kontribusi yang cukup besar,” tandas Madra.

Bendesa Desa Adat Kedonganan, I Wayan Mertha juga mengakui kontribusi LPD Kedonganan bagi krama dan desa adat setempat. Menurutnya, LPD Kedonganan menjadi tiang penyangga adat dan budaya di Desa Adat Kedonganan serta lokomotif pembangunan ekonomi krama.

“Pembagian daging babi menjelang Galungan ini merupakan salah satu produk yang mampu merawat kepercayaan krama dan nasabah,” kata Mertha.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa yang mewakili Bupati Badung, I Nyoman Giri Prastha juga mengapresiasi konsistensi LPD Kedonganan membagikan daging babi menjelang hari raya Galungan. Adi Arnawa menilai program ini bukan sekadar berbagi daging babi kepada krama dan nasabah tetapi juga sebuah terobosan luar biasa yang berkontribusi menekan laju inflasi di Kabupaten pada saat-saat tertentu. Melalui program ini, para peternak juga diberdayakan serta harga daging babi bisa dikendalikan sehingga sedikit banyak berperan mengendalikan inflasi saat hari raya Galungan.

“Ini sangat luar biasa. Kalau ini bisa dilakukan oleh seluruh LPD yang ada di Badung akan menjadi momentum yang sangat baik sekali dalam rangka saat tertentu menahan laju inflasi,” kata Adi Arnawa. (*)

  • Laporan: I Nyoman Dhirendra
  • Foto: I Nyoman Dhirendra
  • Penyunting: I Ketut Jagra
Artikel ini telah dibaca 107 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tunduk Pada Pararem, LPD Kedonganan Terapkan Laporan Keuangan Adat

26 Februari 2024 - 15:18 WITA

Bebantenan, Cara Manusia Bali Menjaga Alam Semesta

23 Februari 2024 - 23:22 WITA

SMAN 1 Ubud dan SMAN 2 Semarapura Juarai Lomba Bulan Bahasa Bali di UPMI Bali

17 Februari 2024 - 18:57 WITA

Bulan Bahasa Bali VI Jalan Terus, Tapi di Hari Coblosan “Prai” Sejenak

2 Januari 2024 - 22:14 WITA

Lewat Film “Home”, Sinematografer Bali Raih Nominasi Emmy Awards

15 Desember 2023 - 22:14 WITA

Gairah Berbahasa Bali Mesti Diikuti Pemahaman Mengenai “Anggah-ungguh Basa”

10 Desember 2023 - 22:32 WITA

Trending di Bali Jani