Menu

Mode Gelap
Integrasi Literasi dalam Pembelajaran dan Digital Kultur: Workshop Literasi-Numerasi SMPN 1 Selemadeg Timur Tunduk Pada Pararem, LPD Kedonganan Terapkan Laporan Keuangan Adat Bebantenan, Cara Manusia Bali Menjaga Alam Semesta SMAN 1 Ubud dan SMAN 2 Semarapura Juarai Lomba Bulan Bahasa Bali di UPMI Bali Bulan Bahasa Bali VI Jalan Terus, Tapi di Hari Coblosan “Prai” Sejenak

Bali Jani · 8 Agu 2022 18:20 WITA ·

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang


					Seniman patung I Ketut Putrayasa berpose di depan Patung Angsa Putih karyanya di gerbang depan Bendungan Tamblang, Sawan, Buleleng. Perbesar

Seniman patung I Ketut Putrayasa berpose di depan Patung Angsa Putih karyanya di gerbang depan Bendungan Tamblang, Sawan, Buleleng.

Digarap Seniman I Ketut Putrayasa

Pengunjung Bendungan Tamblang kini disambut dua pasang patung angsa putih berukuran raksasa. Patung setinggi 11 meter dengan bentangan sayap sekitar 9 meter itu kini menjadi ikon bendungan di Desa Tamblang, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Patung angsa putih itu disebut-sebut sebagai patung angsa terbesar di Indonesia.

Dua patung angsa itu baru saja selesai digarap oleh seorang seniman patung I Ketut Putrayasa, asal Banjar Tandeg, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Patung itu dikerjakan dikerjakan selama lima bulan melibatkan 30 orang pekerja.

Konsep patung angsa permintaan Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Bendungan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida (BWS) tersebut menggunakan  kontruksi beton bertulang dengan posisi angsa diletakkan saling berhadapan pada pintu masuk menuju bendungan Tamblang. Konsep pembuatan patung angsa ini lebih mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal dan tetap mempertimbangkan bentuk dan estetikanya. Proyek bendungan ini merupakan proyek strategis nasional (PSN) dan diproyeksikan juga untuk menjadi tujuan wisata favorit di Bali Utara.

Putrayasa mengungkapkan rasa syukurnya patung ini selesai tepat waktu sesuai target yang ditetapkan. “Angsa ini bagian dari tiga patung yang akan berdiri di wilayah Bendungan Tamblang. Selain patung angsa, ada pula pembuatan patung burung Jalak Bali yang juga sudah rampung, dan satu patung Dewi Danu masih dalam tahap perencanaan,” kata seniman lulusan ISI Denpasar itu.

Ia menjelaskan pembangunan patung Dewi Danu dengan tinggi 20 meter akan berada di lokasi yang sama di wilayah dekat bendungan. “Patung Dewi Danu juga akan menjadi patung Dewi Danu tertinggi di Bali dan Indonesia,” ungkapnya.

Menurut pria berambut panjang itu, dalam kepercayaan Hindu, angsa (Dewanagari: हंस;IAST: haṃsa) adalah salah satu awatara (inkarnasi) Wisnu yang disebut dalam kitab Bhagawatapurana. Angsa merupakan salah satu awatara yang muncul pada zaman Satyayuga atau zaman kebajikan.

Kata Putrayasa, dua buah patung angsa yang dimuliakan ini menjadi elemen estetik dan di tempatkan pada sisi kiri dan kanan yang menjadi pintu gerbang utama (main gate) Bendungan Tamblang, Sawan, Singaraja, Bali. “Pada umumnya kehadiran bendungan hanya berfungsi sebagai penampung air, namun bendungan Sawan-Tamblang juga menghadirkan aspek-aspek nonformalnya, salah satunya aspek estetikanya. Karena itu Bendungan Tamblang merupakan bendungan percontohaan serta bendungan terindah di Indonesia dengan pemandangan gunung dan bukitnya yang memukau,” bebernya.

Putrayasa menambahkan, tantangan membangun patung berskala besar adalah faktor alam. Karena itu, proses pengecoran serta risiko angin menjadi pertimbangan matang.

“Saat membangun, alam menjadi penentu keberhasilan patung ini bisa diselesaikan hingga tuntas, pasalnya, kendala di lapangan terkadang  hujan dan angin  kencang sangat berisiko bagi keselamatan serta  pemasangan material patung,” tandasnya.

Seniman yang beberapa kali menghelat pameran bersama, terutama pameran instalasi di ruang publik, baik di dalam negeri maupun luar negeri ini mengaku senang dipercaya untuk menggarap patung yang akan menjadi kebanggaan Bali Utara itu. “Semoga tempat ini menjadi ruang rekreasi baru dan bermanfaat terutama bagi warga masyarakat Tamblang dan sekitarnya,” pungkasnya. (b.)

  • Laporan: I Made Radheya
  • Editor: I Made Jagra
Artikel ini telah dibaca 192 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tunduk Pada Pararem, LPD Kedonganan Terapkan Laporan Keuangan Adat

26 Februari 2024 - 15:18 WITA

Bebantenan, Cara Manusia Bali Menjaga Alam Semesta

23 Februari 2024 - 23:22 WITA

SMAN 1 Ubud dan SMAN 2 Semarapura Juarai Lomba Bulan Bahasa Bali di UPMI Bali

17 Februari 2024 - 18:57 WITA

Bulan Bahasa Bali VI Jalan Terus, Tapi di Hari Coblosan “Prai” Sejenak

2 Januari 2024 - 22:14 WITA

Lewat Film “Home”, Sinematografer Bali Raih Nominasi Emmy Awards

15 Desember 2023 - 22:14 WITA

Gairah Berbahasa Bali Mesti Diikuti Pemahaman Mengenai “Anggah-ungguh Basa”

10 Desember 2023 - 22:32 WITA

Trending di Bali Jani