Menu

Mode Gelap
Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi “Pacingkreman”, Kearifan Lokal Bali yang Mendasari Pendirian LPD Rayakan HUT ke-38, SMA Paris Klungkung “Rises From Pandemic” Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

Bali Jani · 22 Mei 2021 23:35 WITA ·

Undangan Digital Nganten, Cukup Share Link Gen


					Salah satu undangan digital pasangan pengantin Bali. (balisaja.com/istimewa) Perbesar

Salah satu undangan digital pasangan pengantin Bali. (balisaja.com/istimewa)

Ketut Suardiana membuka ponselnya ketika terdengar nada dering penanda pesan masuk di aplikasi percakapan whatsapp. Pengirimnya tidak dikenal, belum tersimpan di daftar kontak ponselnya.

Kenken kabar, Tut? Nu inget ajak cang, kan?  Mang Gog ne. Cang nganten. Ne undangan cang. Klik link ne. Ci harus teka.”

Membaca pesan itu, Suardana langsung teringat kawan masa SMA-nya. Sudah hampir sepuluh tahun mereka tidak pernah bertemu.

Suardiana membuka kiriman pesan itu. Isinya sebuah tautan dengan judul, “Website Pernikahan I Komang Gosa Wiguna dan Ni Made Tika Kusumadewi”. Suardiana mengklik tautan itu. Tembang “Every Day I Love You” yang dinyanyikan kelompok band Boyzone menyambutnya disertai foto pranikah (prewedding) sahabatnya. Di halaman terakhir situs itu tertera formulir RSVP. Suardiana mengisinya, memastikan dia akan datang untuk turut merayakan kebahagiaan karibnya itu.

Ini bukan pertama kalinya Suardiana menerima undangan digital pernikahan dari kawan-kawannya. Pertengahan tahun lalu, teman kantornya juga mengundang dengan undangan digital.

“Lebih praktis, memang. Tak hanya bagi si pengundang, tapi juga bagi kita yang diundang. Saat mau datang ke acara pernikahan teman-teman, tak ada lagi kasus tersesat karena lupa bawa kartu undangan atau tak tahu alamatnya. Dengan undangan digital, undangan tetap tersimpan di hp dan untuk mencari lokasi acara, cukup klik fitur share loc (berbagi lokasi) di undangan,” beber Suardiana.

Undangan digital pernikahan memang sedang viral, makin diminati. Pasangan muda di Bali yang melangsungkan pernikahan makin banyak yang memilih menggunakan undangan digital untuk mengundang teman-temannya. Website penyedia jasa pembuatan undangan digital pernikahan juga banyak merebak di internet, terutama media-media sosial.

Lebih mudah untuk dikirim dan harga yang lebih murah menjadi alasan utama pasangan pengantin menggunakan layanan undangan digital. Cukup bayar Rp 100.000 saja, undangan digital sudah bisa dibuat.

Pembuatannya juga lebih cepat dan mudah. Tak perlu bayar jasa desain. Cukup pilih template yang disukai. Mau memasukkan banyak foto bisa. Mau memasang video juga bisa. Lengkap pula dengan lagu atau musik pengiring. Bahkan pemilik undangan bisa memperkirakan berapa undangan yang akan datang melalui fitur Répondez s’il vous plaît (RSVP) atau konfirmasi kehadiran. Tak perlu waktu lama, cukup beberapa menit saja, undangan sudah selesai dan siap dibagikan.

Lebih mudah untuk dikirim dan murah biaya juga menjadi alasan I Putu Abhi Acarya Saputra, dokter muda di Jakarta yang menikah awal April lalu di kampungnya di Dapdap Putih, Buleleng, menggunakan undangan digital untuk mengundang teman-temannya. “Harganya jauh lebih murah daripada membuat undangan cetak dan yang paling penting gampang di-share ke teman-teman. Cukup share link gen, beres,” kata Abhi.

Alasan lain, dalam undangan digital bisa dilakukan share location (berbagi lokasi acara) melalui whatsapp. Dengan fitur itu, para undangan akan dituntun Google Map untuk menuju lokasi acara.

“Kalau undangan cetak, kita mesti bikin peta lokasi lagi atau pasang kode QR (quick respons code),” imbuh Abhi.

I Komang Suastika, fotografer khusus pernikahan pemilik NSBALIPictures Klungkung, menuturkan undangan digital pernikahan sudah mulai digunakan pasangan pengantin di Bali sejak sebelum pandemi Covid-19, sekitar tahun 2018 atau 2019. Fenomena ini, kata Suastika, dipicu oleh era digital dan media sosial yang makin masif. Pada musim nganten pasca-hari pegatwakan ini, Suastika mengaku mendapat beberapa pelanggan yang selain menggunakan jasanya membuat foto pranikah juga meminta dibuatkan undangan digital.

“Selain karena lebih murah, praktis karena cukup share link, juga terkesan lebih mewah,” kata Suastika.

Selain memesan melalui penyedia jasa foto pranikah, pembuatan undangan digital pernikahan juga bisa dilakukan sendiri melalui laman penyedia undangan digital. Ada banyak laman jasa undangan digital di internet dengan harga bervariasi, tergantung kebutuhan. Harga terendah Rp 100.000 hingga Rp 750.000.

Abi termasuk yang memesan sendiri undangan digital pernikahannya di laman jasa undangan digital pernikahan. “Kita bisa pilih template sendiri, bisa edit juga kapan pun,” imbuh Abi.

Salah satu website penyedia jasa pembuatan undangan digital pernikahan di Bali. (balisaja.com/www.digital-bali.com)

Nasib Undangan Cetak 

Meskipun undangan digital mulai merebak, undangan cetak tetap masih punya tempat. Suastika mengungkapkan, beberapa pelanggannya memilih mengkombinasikan antara undangan cetak dan undangan digital. “Undangan cetak biasanya diberikan kepada teman-teman dekat atau kerabat. Kalau undangan digital untuk teman-teman yang jauh,” ungkapnya.

Undangan cetak, imbuh I Putu Adi, pemilik Rasmika Foto Studio, Gianyar, masih digunakan meskipun undangan digital semakin merebak, lantaran terasa lebih berwibawa dan terkesan serius. “Ya, saling melengkapi,” kata Adi.

Selain itu, imbuh Adi, undangan digital juga kelemahan. Karena pembuatannya menggunakan template, kerap terjadi undangan pernikahan tidak unik lagi. “Kalau mau bikin undangan dengan template yang khusus, bisa saja, tapi tentu mahal,” imbuh Adi.

Karena itu, Suastika dan Adi tak yakin undangan cetak bakal hilang. Fenomena ini mirip dengan kehadiran media daring dan media cetak atau antara buku digital dan buku cetak. Walau media daring makin dipilih, buku digital makin diminati, tapi media cetak atau buku cetak masih tetap dibuat karena masih ada yang suka. Keduanya saling melengkapi. (b.)

Laporan: I Ketut Jagra

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Bali United Optimistis Tatap Laga Lawan Visakha, Begini Prediksi Berbagai Media

27 Juni 2022 - 13:44 WITA

Fakta Menggelitik di Balik Indahnya Pesona Hutan Adat Demulih

24 Juni 2022 - 15:52 WITA

Menyusuri Keindahan Kawasan Suci Hutan Adat Desa Demulih

24 Juni 2022 - 12:18 WITA

Trending di Bali Jani