Menu

Mode Gelap
Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah? Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

Bali Jani · 29 Apr 2018 11:53 WITA ·

Antara Janger Bali Utara dan Bali Selatan


					Antara Janger Bali Utara dan Bali Selatan Perbesar

Janger, tarian suka ria khas Bali, memang. Namun, di masing-masing daerah, tarian ini memiliki warna sendiri-sendiri. Misalnya, janger di Bali Utara dan Bali Selatan menunjukkan sedikit perbedaan yang menunjukkan kekayaan seni tradisi Bali.
Adalah ajang Bali Mandara Nawanatya III yang mempertemukan kreasi janger Bali Utara dan Bali Selatan. Bertempat di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu (28/4), janger garapan SMKN Bali Mandara, Buleleng tampil bersama janger garapan SMKN 3 Sukawati, Gianyar. Sajian kedua seka janger malam itu, sukses memukau dan menghibur ratusan penonton yang memadati area Ayodya. 


Pengamat seni sekaligus budayawan, I Made Bandem yang turut menyaksikan kedua pementasan malam itu menilai janger garapan Buleleng lebih sederhana tetapi menampilkan banyak kreasi lagu. “Kalau tampil lagi, mereka bisa mengambil elemen janger dari menyali sehingga ada style atau gaya khusus,” ujar Bandem.
Kepala SMK Negeri Bali Mandara, I Wayan Agustiana mengaku belum tampil maksimal seperti harapan. Itu karena keterbatasan waktu persiapan. “Walau begitu siswa-siswa dan guru tetap semangat mencoba tampil baik saat pentas janger,” kata Agustiana.
Agustiana menjelaskan, kehidupan sehari-hari anak didiknya yang tinggal di asrama menjadi inspirasi dalam penggarapan janger. Sehari-hari mereka hidup di asrama, fluktuasi kehidupan berasrama mereka rasakan. Ada asmara, perasaan cemberut, dan suka cita. Semua itu yang ditangkap pembina ke dalam sebuah garapan janger. 
Garapan janger berjudul “Gitaning Den Bukit” menceritakan kehidupan remaja Buleleng. Sebanyak empat lagu baru menjadi pengiring janger kreasi dengan 12 pasang penari janger. “Dalam garapan ini kami mengajak generasi muda Bali untuk siap menghadapi perubahan global ini,” tambah Agustiana. 
Penampilan janger SMKN 3 Sukawati tak kalah apik dibandingkan SMKN Bali Mandara. Di SMKN 3 Sukawati, potensi anak-anaknya cukup kuat, komposisi apik dan energik. Namun, dalam seni kerakyatan, kata Bandem, perlu kesederhanaan. Pada intinya, menurut Bandem, kedua sekolah kejuruan ini sama-sama memiliki ciri khas untuk sebuah seni pertunjukan.
Kepala SMKN 3 Sukawati, I Gusti Ngurah Serama Semadi mengatakan ide garapan anak didiknya juga berdasarkan kehidupan sehari-hari remaja. Garapan berjudul “Yohana Jayantika”, berkisah tentang kemenangan seorang remaja. “Sebagai remaja, jangan melempem, harus semangat dan kreatif dalam menggali sesuatu,” kata Serama menjelaskan makna garapan anak didiknya.
Meski waktu persiapan relatif singkat, seniman muda dari SMKN 3 Sukawati tetap tampil dengan total. Mengingat julukan Kabupaten Gianyar sebagai Bumi Seni, Serama memiliki harapan sederhana untuk sekolah yang dipimpinnya. Sebagai sekolah kejuruan berbasis seni pertunjukan, dirinya sangat yakin keluarga besar SMKN 3 Sukawati dapat mempersembahkan sesuatu yang lebih dan spesial tanpa harus keluar dari pakem-pakem seni itu sendiri. (b.)
Teks dan Foto: I Made Radheya

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani