Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Bali Jani · 24 Apr 2017 14:10 WITA ·

Setop, Penangkapan Ikan Tak Ramah Lingkungan


					Setop, Penangkapan Ikan Tak Ramah Lingkungan Perbesar

Penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan bom ikan atau potas, harus dihentikan. Pasalnya, penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan berpotensi merusak ekosistem dan berbahaya bagi masa depan.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Pembudidayaan Ikan, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Luh Suri Urpini saat menghadiri penebaran 20 ribu benih ikan di depan Dam PDAM Kesiman Kertalangu, Senin (24/4). Kegiatan serangkaian memperingati Hari Bumi dan Hari Kartini yang jatuh pada 22 April itu, digelar oleh Persatuan Wanita Gereja Kristen Protestan Bali (PWGKPB) Wilayah Kota Denpasar bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar.
Ibu-ibu menebarkan 20 benih ikan nila di Dam PDAM Kesiman Kertalangu, Senin (24/4).
“Ketika benih ikan sudah bisa dipanen, silakan dipancing, asalkan jangan menggunakan alat penangkap yang tidak ramah lingkungan, seperti bom ikan atau potas,” kata Suri Urpini.
Menurut Suri Urpini, kepada PW GKPB, pihaknya menyerahkan 20 ribu ikan nila, dalam 22 kantong. Benih ikan yang ditebar dari jenis ikan nila ini, masing–masing baru berukuran 3-5 cm, dengan umur 1.2 bulan. Benih ini akan bisa dipanen dalam kurun waktu 3-4 bulan mendatang.
“Kami memiliki UPT untuk menyediakan benih ikan. Masyarakat yang berkeinginan bisa mendapatkan benih untuk ditebar di perairan umum, kami fasilitasi dan itu gratis,” imbuhnya.  
Ketua GKPB Dian “Dian Kristawati”, Sagung Intan Indrayani menjelaskan, kegiatan ini bagian dari rangkaian memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi, yang  sudah berjalan  rutin setiap tahun. “Kami berterimakasih atas dukungan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar,” terang Sagung Intan.
Prebekel Kesiman Petilan, I Wayan Mariana menyambut baik kegiatan penebaran benih ikan ini. Pihaknya menyatakan akan turut serta mengembangka kawasan Tukad Kesiman ini sebagai destinasi menarik bagi para pemancing. “Memang kami akan merancang alur sungai di Kesiman ini sebagai lokasi wisata untuk para pemancing,” kata Mariana. (b.)

Teks dan Foto: Direndra
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani