Menu

Mode Gelap
Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI Tumpek Landep: Mengasah Senjata Paling Tajam dalam Hidup Siapkan “BMW” untuk Siswa, SMA Paris Gelar Ujian Kepariwisataan Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

Bali Jani · 7 Nov 2016 23:00 WITA ·

SMP 3 Semarapura dan SMA Paris Juara Lomba Baca Puisi se-Klungkung


					SMP 3 Semarapura dan SMA Paris Juara Lomba Baca Puisi se-Klungkung Perbesar


SMP 3 Semarapuradan SMA Pariwisata PGRI Dawan-Klungkung atau dikenal dengan sebutan SMA Parismenjuarai lomba baca puisi untuk kategori SMP dan SMA yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Klungkung, Senin (7/11). Lomba yang dilaksanakan serangkaian ke-71 Hari Pahlawan dan peringatan ke-70 Hari Puputan Margarana itu diikuti 42 siswa SMP dan SMA se-Kabupaten Klungkung.

Juara I untuk kategori SMP disabet AAI Mayun Sastrika (SMP 3 Semarapura). Disusul Ni Putu Risa Sasi Kirana W dan AA Martha Bimantara, keduanya siswa SMP 1 Semarapura, masing-masing sebagai juara II dan III. Sementara harapan I dan II diraih Ni Ketut Lidya Aulia (SMP 3 Semarapura) dan Ni Kadek Leni Cahyawati (SMP 3 Dawan). 

Untuk kategori SMA, juara I disabet Ni Kadek Wira Indah P (SMA Pariwisata PGRI Dawan Klungkung). Juara II diraih Putu Ayu Wulandari (SMK Kesehatan Panca Atma Jaya Klungkung). Disusul Edy Ana (SMA 2 Semarapura) sebagai juara II. Harapan I dan II diboyong I Kadek Suteja (SMA Saraswati Klungkung) dan IA Manik M (SMA 1 Dawan).

Anggota tim juri, I Made Sujaya menilai kemampuan membaca puisi para peserta di tingkat SMP cenderung merata. Sebaliknya di tingkat SMA menunjukkan perbedaan tajam antara satu sekolah dengan sekolah lain. Namun, kata Sujaya, secara umum, peserta masih terjebak dalam gaya pembacaan lama yang monoton.

“Para peserta perlu keberanian keluar dari gaya lama dalam membaca puisi. Jangan lagi terjebak dengan pembacaan berirama yang terpola seperti dulu sehingga terasa membosankan,” kata dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Bali ini.

Ketua tim juri, IBG Parwita juga mengamini penilaian Sujaya. Menurutnya, selain gaya monoton, sebagian besar peserta juga keliru memahami aktivitas membaca puisi. Sebagian besar peserta mencoba mewarnai setiap kata dan larik puisi yang dibaca dengan aneka gerak dan ekspresi yang tak jarang dipaksakan. “Kesannya malah over atau berlebihan,” kata Parwita.

Sementara anggota tim juri, Dewa Gde Anom mencermati kemampuan artikulasi yang perlu ditingkatkan. Sebagian peserta mengalami kasus salah baca teks puisi. Begitu penafsiran terhadap puisi yang dibaca perlu lebih diperdalam sehingga saat membaca, peserta mampu membantu penonton memahami makna puisi.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Klungkung, IB Anom Adnyana menjelaskan lomba baca puisi ini rutin digelar setiap tahun sebagai upaya mensosialisasikan nilai-nilai kepahlawanan, nasionalisme dan kemanusiaan di kalangan pelajar. Setiap sekolah mengirim dua orang peserta. Pihaknya berharap lomba ini bisa memberi manfaat positif bagi siswa dan iklim pendidikan di Kabupaten Klungkung. (b.)

Teks dan Foto: Jagadhita
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 337 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI

31 Mei 2026 - 10:51 WITA

Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung

27 Februari 2026 - 15:12 WITA

Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

17 Februari 2026 - 22:31 WITA

Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

16 Februari 2026 - 22:37 WITA

Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali

15 Februari 2026 - 21:45 WITA

Ketika Presiden Soroti Sampah Pantai Kuta, Jangan Lupakan Amanat UU Pengelolaan Pesisir

5 Februari 2026 - 06:02 WITA

Trending di Bali Jani