Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Bali Jani · 22 Sep 2016 20:00 WITA ·

Mendongeng Lima Menit ala Made Taro


					Mendongeng Lima Menit ala Made Taro Perbesar

Mendongeng masih diminati anak-anak. Namun, banyak orang tua yang tidak memiliki waktu untuk mendongeng karena kesibukan pekerjaan dan kegiatan lain. Karena itu, model mendongeng lima menit cocok diterapkan para orang tua sibuk tetapi memiliki keinginan mendampingi anaknya dengan mendongeng.
Made Taro, pendongeng Bali yang mengenalkan model mendongeng lima menit ini. Bahkan, Taro menulis dongeng-dongeng yang cocok sebagai bahan mendongeng lima menit di tabloid keluarga, Tokoh.

Made Taro (kiri) memberikan workshop mendongeng di FIB Unud
(balisaja.com/istimewa)
“Model mendongeng lima menit memang saya buat untuk para orang tua yang sibuk tetapi masih ingin mendongeng untuk anak-anaknya,” kata Taro saat memberikan workshopmendongeng di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana, Jumat (23/9). Workshop digelar serangkaian perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-58 FIB dan HUT ke-35 Badan Kekeluargaan (BK) FIB.
Selain cocok untuk orang tua sibuk, menurut Made Taro, mendongeng lima menit juga cocok dengan kondisi anak-anak sekarang yang tidak kuat berlama-lama mendengar cerita. Karena itu, waktu mendongeng yang lebih singkat dengan cerita dongeng yang lebih pendek sangat tepat.
“Mendongeng lima menit membuat dongeng tetap bisa eksis di kalangan anak-anak,” kata Taro.
Pengasuh Sanggar Kukuruyuk ini mengakui banyak kalangan khawatir dongeng akan hilang di tengah kuatnya gempuran permainan modern. Namun, Taro justru optimistis dongeng akan bisa berkembang. Caranya, menyesuaikan dengan perkembangan. Selain menerapkan model mendongeng lima menit, cara lain yang tidak kalah penting yakni menerapkan model mendongeng sambil bermain.
Dunia anak-anak, kata Taro, merupakan dunia bermain. Dongeng juga amat dekat dengan permainan. Karena itu, dongeng dan permainan bisa disinergikan.
Meski mendongeng hanya lima menit, Taro menegaskan, bukan lantas berarti dongeng diperpendek. Menurut Taro, keutuhan dan keaslian dongeng tetap dijaga.
“Roh dongeng tetap dipelihara, nilai-nilai karakternya tetap dipertahankan,” kata Taro.
Mendongeng lima menit, imbuh Taro, menggunakan dongeng yang cocok. Hanya memang, kata Taro, tidak semua dongeng bisa dijadikan bahan mendongeng lima menit.
Dekan FIB Unud, NL Sutjiati Berata menyatakan dongeng kaya dengan nilai-nilai karakter. Itu sebabnya, dongeng tepat dijadikan media pembentukan karakter anak-anak. Kegiatan mendongeng dalam keluarga perlu dirawat dengan berbagai modifikasi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Selain workshop mendongeng, serangkaian HUT, FIB juga menggelar berbagai kegiatan bertajuk “Pentas Budaya”, di antaranya pentas tari Nusantara, pameran buku-bulu terlarang, kuliah umum berbasis buku Serdadu Belanda di Indonesia (1945-1950) dengan narasumber Gert Oostindie dari Belanda, workshopkaligrafi dan aksara, kain Nusantara, lukisan gua  (cadas) Nusantara dan berbagai kegiatan lain. Puncak acara dilaksanakan pada Selasa (27/9) dengan pemberian award dan pementasan kesenian. (b.)
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani