Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Bali Jani · 17 Des 2015 21:36 WITA ·

Partisipasi Masyarakat Lokal Pengaruhi Kualitas Destinasi Wisata Batur


					Partisipasi Masyarakat Lokal Pengaruhi Kualitas Destinasi Wisata Batur Perbesar

Dari Ujian Promosi Doktor I Wayan Mertha


Partisipasi masyarakat lokal berpengaruh secara signifikan dan positif pada peningkatan kualitas destinasi pariwisata di kawasan Batur Global Geopark, Kintamani, Bangli. Hal ini ditegaskan I Wayan Mertha, dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali saat mempresentasikan disertasinya berjudul “Partisipasi Masyarakat dan Peran Pemerintah dalam Mewujudkan Destinasi Pariwisata Berkualitas (Studi di Batur Global Geopark Kintamani)” dalam ujian terbuka doktor di Program Studi Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Udayana (Unud), Denpasar, Kamis (17/12) kemarin.
“Ditinjau dari konstruktornya, partisipasi masyarakat di wilayah Batur Global Geopark lebih didorong oleh motif masyarakat lokal agar mereka dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan tentang pembangunan kepariwisataan di wilayahnya daripada motif manfaat yang dapat mereka peroleh melalui keberpartisipasiannya,” kata Mertha dalam ujian yang dipimpin Direktur Program Pascasarjana Unud, Prof. Dr. AA Raka Sudewi.

Ujian promosi Doktor I Wayan Mertha di Prodi Ilmu Ekonomi, Pascasarjana Unud.
Yang menarik, hasil penelitian Mertha menunjukkan pemerintah belum mampu memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan kualitas destinasi di Batur Global Geopark Kintamani, terutama dikaitkan dengan ketegasan dalam menegakkan regulasi terkait kepariwisataan. “Ada ekspektasi masyarakat yang belum mampu dipenuhi pemerintah dalam pembangunan destinasi wisata berkualitas di Batur Global Geopark Kintamani. Masyarakat mengharap peran eksekutor pemerintah dan harmonisasi antara keinginan masyarakat dan program-program pengembangan kepariwisataan yang dinisiasi pemerintah pusat  maupun pemerintah daerah,” tegas Mertha yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Pariwisata Pantai Kedonganan (BPKP2K).
Hasil penelitian Mertha juga menemukan kualitas destinasi wisata terbukti signifikan mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat meskipun tingkat kepuasan ini hanya terefleksi secara nyata pada dimensi ekonomi dan dimensi sosial budaya masyarakat. “Dimensi emosi dan tingkat keselamatan masyarakat masih belum bisa direfleksikan secara signifikan,” tandas Mertha.

Berkat disertasinya ini, Mertha dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraihnya, 3,82. Sebagai promotor, Prof. Dr. I Made Kembar Sri Budhi, ko-promotor I, Prof. Dr. Made Sukarsa dan ko-promotor II, Dr. I Gde Sudjana Budiasa. (b.)
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani