Menu

Mode Gelap
Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah? Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

BALI ADVERTORIAL · 12 Jul 2015 10:19 WITA ·

Hadiah Galungan LPD Kedonganan: 3 Kg Daging Babi dan Uang Bumbu Rp 50 Ribu


					Hadiah Galungan LPD Kedonganan: 3 Kg Daging Babi dan Uang Bumbu Rp 50 Ribu Perbesar

Berbagi daging babi di hari Galungan menjadi tradisi baru di Desa Adat Kedonganan. Perawat semangat berbagi itu tiada lain LPD Kedonganan, lembaga keuangan khusus komunitas adat Bali milik Desa Adat Kedonganan. Sejak Juli 2011, LPD Kedonganan rutin membagikan secara gratis daging babi bagi seluruh krama dan nasabahnya. Ini semacam “hadiah” hari Galungan dari LPD Kedonganan.
Minggu (12/7) pagi, tradisi berbagi daging babi itu kembali digelar. Bertempat di jaba sisiPura Bale Agung Desa Adat Kedonganan yang sekaligus difungsikan sebagai halaman parkir LPD itu, sekitar 6 ton daging babi dibagikan kepada krama desa dan nasabah.


“Biasanya, daging babi dibagikan setiap hari Penyajaan Galungan (Senin, dua hari menjelang Galungan). Namun, karena besok (hari ini) dilaksanakan upacara melasti serangkaian Karya Padudusan Agung, Ngenteg Linggih lan Mupuk Padagingan di Pura Dalem Kahyangan dan Mrajapati, acara pembagian daging babi dimajukan ke hari Minggu,” kata Wakil Ketua LPD Kedonganan, I Wayan Suriawan. 
Masing-masing kramamenerima 3 kg daging babi serta uang Rp 50.000. Uang itu disebut sebagai “uang kehadiran” atau pun “uang bumbu”. “Uang ini sebagai apresiasi atas kehadiran krama sekaligus biaya bumbu untuk mengolah daging babi yang didapat,” jelas Suriawan.
Jumlah krama adat yang menerima daging babi sebanyak 1.163 orang. Selain itu, daging babi juga diberikan kepada krama tamiu yang menjadi nasabah sebanyak 573 orang, panitia karya sebanyak 149 orang dan pemangku serta karyawan sebanyak 90 orang.
“Total kramayang menerima daging babi sebanyak 1.975 orang dengan volume daging babi yang dibagikan seluruhnya sebesar 5.925 kg atau 6 ton,” kata Suriawan.
Krama desa penerima daging babi merupakan nasabah LPD dengan saldo mengendap minimal Rp 200 ribu. Seluruh krama Desa Adat Kedonganan memiliki tabungan dengan saldo minimal Rp 200 ribu, sehingga seluruhnya berhak mendapat daging babi. Sementara krama tamiu nasabah LPD yang menerima daging babi mesti memiliki tabungan atau deposito minimal Rp 5 juta.
Kepala LPD Kedonganan, I Ketut Madra menyatakan pembagian daging babi menjelang hari raya Galungan sudah menjadi program rutin di LPD Kedonganan. Karena itu, kegiatan ini tetap dilaksanakan meskipun di desa sedang berlangsung karya. “Daging babi ini sebagai manfaat (labda) yang diterima krama dan nasabah sekaligus tanda ikatan kebersamaan dan kekeluargaan antara LPD dan krama serta nasabah,” kata Madra.
Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja mengharapkan krama Desa Adat Kedonganan bisa memanfaatkan daging babi yang diterima untuk kepentingan menyongsong perayaan Galungan dan Kuningan. Puja juga mengharapkan pembagian daging babi bisa makin mempererat hubungan dan dukungan krama kepada LPD sebagai lembaga keuangan milik desa adat. 
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani