Menu

Mode Gelap
Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI Tumpek Landep: Mengasah Senjata Paling Tajam dalam Hidup Siapkan “BMW” untuk Siswa, SMA Paris Gelar Ujian Kepariwisataan Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

Bali Jani · 19 Mei 2015 22:58 WITA ·

Setelah Washington DC, Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa Bergema di Jepang


					Setelah Washington DC, Aksi Tolak Reklamasi Teluk Benoa Bergema di Jepang Perbesar

Aksi menolak reklamasi Teluk Benoa tak hanya terjadi di Bali, tetapi juga hingga ke luar negeri. 11 April 2015 lalu, aksi penolakan disuarakan sekelompok masyarakat Indonesia di Washington DC. Selang sebulan kemudian, 10 Mei 2015 lalu, aksi serupa juga terjadi di Aoba Koen, depan Balai Kota Shizuoka, Jepang.

Seorang warga Bali yang ikut dalam aksi melaporkan peristiwa itu melalui fasilitas pesan Facebook ke balisaja.com. Laporan singkat itu juga disertai sejumlah foto-foto aksi. 

Aksi “Tolak Reklamasi Teluk Benoa” dilakukan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Shizuoka, Jepang, 10 Mei 2015 lalu. (Foto: balisaja.com/istimewa)
Aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa ini dilakukan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Shizuoka-Jepang. Aksi diikuti sekitar 60 orang. Spanduk bertuliskan “Tolak Reklamasi Teluk Benoa” dibentangkan sejumlah peserta aksi yang mengenakan pakaian penari Bali. 

Penolakan didasari keprihatinan atas rencana reklamasi Teluk Benoa yang dikhawatirkan tidak hanya akan merusak ekosistem, tetapi juga dampak sosial, ekonomi dan budaya pascareklamasi. Mereka meminta agar pemerintah membatalkan rencana itu. 

Sebelumnya, sekelompok masyarakat Indonesia di Amerika Serikat menggelar aksi penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa di depan gedung parlemen AS, The Capitol Hill. Sebagaimana dilansir sejumlah media siber (online) dan cetak, Mereka mendesak Presiden Jokowi mencabut Perpres No. 51/2014 yang menghapus fungsi kawasan Teluk Benoa sebagai wilayah konservasi. Mereka memandang Perpres yang dikeluarkan di akhir pemerintahan Presiden SBY itu sarat kepentingan bisnis yang akibatnya akan sangat merugikan kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan, dan bahkan politik di Provinsi Bali. (b.)

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI

31 Mei 2026 - 10:51 WITA

Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung

27 Februari 2026 - 15:12 WITA

Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

17 Februari 2026 - 22:31 WITA

Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

16 Februari 2026 - 22:37 WITA

Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali

15 Februari 2026 - 21:45 WITA

Ketika Presiden Soroti Sampah Pantai Kuta, Jangan Lupakan Amanat UU Pengelolaan Pesisir

5 Februari 2026 - 06:02 WITA

Trending di Bali Jani