Menu

Mode Gelap
Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI Tumpek Landep: Mengasah Senjata Paling Tajam dalam Hidup Siapkan “BMW” untuk Siswa, SMA Paris Gelar Ujian Kepariwisataan Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

Bali Jani · 15 Des 2014 04:32 WITA ·

Berbagi Daging Babi di Hari Galungan


					Berbagi Daging Babi di Hari Galungan Perbesar

Berbagi itu indah. Berbagi tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas diri. Itu sebabnya, semangat berbagi kini tumbuh di mana-mana, di berbagai kalangan. Bahkan, tak hanya orang berpunya, mereka yang kemampuan ekonominya biasa-biasa saja tak ketinggalan memupuk keindahan semangat berbagi. 

Di hari raya Galungan dan Kuningan ini, semangat berbagi selayaknya juga dipupuk. Pasalnya, makna suatu hari raya, termasuk Galungan dan Kuningan, sejatinya merawat empati dan simpati terhadap sesama. “Galungan adalah momentum menjaga kesetiakawanan sosial kita, bukan sekadar berupacara mewah,” kata pendharma wacana dan penulis buku-buku agama Hindu, I Ketut Wiana. 
(Baca: Galungan, Saatnya Saling Berbagi)

Di Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung, semangat berbagi di hari Galungan sejak lama dipupuk Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kedonganan. Sejak tahun 2010, LPD Kedonganan rutin menggelar program berbagi daging babi kepada krama dan nasabahnya. 

Bendesa Adat Kedonganan menyerahkan paket daging babi secara simbolis kepada kelian banjar.
Serangkaian perayaan hari raya Galungan dan Kuningan kali ini, LPD Kedonganan juga kembali menggelar program serupa. Senin (15/12) kemarin, bertepatan dengan hari Penyajaan Galungan, LPD Kedonganan membagikan 2.050 paket daging babi bagi 1.153 krama desa ngarep dan 779 nasabah krama tamiu. Masing-masing krama (kepala keluarga) menerima paket daging babi 3 kg serta uang bumbu senilai Rp 50.000. Paket daging babi dan uang bumbu itu dibagikan secara serentak di jaba Pura Bale Agung yang juga sekaligus berfungsi sebagai halaman parkir LPD Kedonganan. 
Kepala LPD Kedonganan, I Ketut Madra menjelaskan krama desa ngarep yang menerima paket daging babi dan uang bumbu wajib memiliki tabungan dengan saldo mengendap minimal Rp 200.000. Nasabah krama tamiu wajib memiliki tabungan minimal Rp 5 juta. 

Madra mengungkapkan program pembagian daging babi ini merupakan bentuk lain tradisi mapatung di hari raya Galungan. Program ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2010. Program ini sebagai wujud rasa syukur atas perkembangan LPD Kedonganan. Apa yang dicapai LPD Kedonganan sejak didirikan tahun 1990 hingga kini merupakan buah dari dukungan yang tiada surut dari krama Desa Adat Kedonganan. Karena itu, di hari Galungan ini, amat wajar jika LPD Kedonganan berbagi kebahagiaan bersama krama desa dan nasabah. 

“Program berbagi daging babi di hari Galungan ini merupakan bentuk penguatan komunitas adat Bali di Desa Adat Kedonganan. Ini wujud timbal balik antara LPD sebagai lembaga keuangan milik komunitas adat dengan krama desa sebagai representasi komunitas adat yang memiliki LPD. Artinya ini bukan program LPD semata-mata, tetapi sesungguhnya kegiatan krama desa. LPD dan desa adat hanya memfasilitasi,” kata Madra.

Karena itulah, program berbagi daging babi ini disebut Madra sebagai wujud lain tradisi mapatung. Inti mapatung sesungguhnya juga kebersamaan, sagilik-saguluk salunglung sabayantaka. Hal ini merupakan semangat adat Bali yang menjadi jiwa LPD.
Bendesa Adat Kedonganan, I Ketut Puja juga menyatakan program berbagi daging babi ini bertujuan memperkuat ikatan kebersamaan dan kekeluargaan di antara krama Desa Adat Kedonganan. Spirit kebersamaan dan kekeluargaan ini diharapkan semakin kuat di hari raya Galungan sehingga perayaan hari suci umat Hindu berlangsung aman, damai dan harmonis. 

(Baca: Galungan Bukan Momentum Pamer dan Adu Gengsi

(b.)

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Menggali Tradisi, Merawat Harmoni: Diseminasi TA Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI

31 Mei 2026 - 10:51 WITA

Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung

27 Februari 2026 - 15:12 WITA

Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

17 Februari 2026 - 22:31 WITA

Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

16 Februari 2026 - 22:37 WITA

Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali

15 Februari 2026 - 21:45 WITA

Ketika Presiden Soroti Sampah Pantai Kuta, Jangan Lupakan Amanat UU Pengelolaan Pesisir

5 Februari 2026 - 06:02 WITA

Trending di Bali Jani