Menu

Mode Gelap
Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah? Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

Bali Jani · 23 Mei 2014 01:47 WITA ·

Ini Kekuatan Partai Pendukung Bakal Capres-Cawapres di Bali


					Ini Kekuatan Partai Pendukung Bakal Capres-Cawapres di Bali Perbesar

Teks: I Made Sujaya
Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden RI sudah didaftarkan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (20/5). Dipastikan ada dua pasangan bakal capres-cawapres yang akan bertarung dalam Pemilihan Presiden (pilpres) 9 Juli mendatang, yakni Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta Rajasa. Pasangan Jokowi-JK diusung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB dan Partai Hanura, sedangkan pasangan Prabowo-Hatta didukung Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, PBB dan Partai Golkar. Belakangan, PKPI merapat ke Jokowi-JK.



Secara nasional, dukungan untuk Jokowi-JK lebih sedikit dibandingkan Prabowo-Hatta. Dari perolehan suara partai pendukung, Jokowi-JK mendapat dukungan 39,99%, sedangkan Prabowo-Hatta mendapat dukungan 48,92%. Bahkan, jika dilihat dari dukungan kursi di legislatif, dukungan Prabowo-Hatta melampaui 50%, yakni mencapai 53% (292 kursi), sedangkan Jokowi-JK hanya mendapat dukungan 37,6& (207 kursi). 

Namun, di Bali, kekuatan partai pendukung Jokowi-JK lebih besar tinimbang Prabowo-Hatta. Jokowi-JK memiliki dukungan suara 53,5% (1.084.367 suara), sedangkan Prabowo-Hatta mendapat dukungan 31,05% (628.637 suara). Namun, jika dilihat dari perolehan kursi di DPR RI dari dapil Bali, kekuatan Jokowi-JK mencapai 44,4% (4 kursi dari PDI Perjuangan), sedangkan Prabowo-Hatta menerima dukungan 33,3% (3 kursi, yakni 2 dari Golkar dan 1 dari Gerindra). (Mengenai komposisi kursi DPR RI dari dapil Bali baca: Inilah Caleg Terpilih DPR dan DPD RI dari Dapil Bali).

Sementara jika dilihat dari perolehan suara di DPRD Bali, pasangan Jokowi-JK unggul tipis karena mengantongi dukungan sekitar 50,09% (28 kursi: PDI Perjuangan 24 kursi, Nasdem 2 kursi, Hanura dan PKPI masing-masing 1 kursi). Pasangan Prabowo-Hatta memiliki dukungan sekitar 34,5% (19 kursi: Golkar 11 kursi, Gerindra 7 kursi dan PAN 1 kursi). (Mengenai komposisi kursi DPRD Bali, baca: Inilah 55 Caleg Terpilih DPRD Bali)

Di tingkat kabupaten/kota, kekuatan Jokowi-JK juga mendominasi. Dari sembilan kabupaten/kota, delapan dikuasai PDI Perjuangan. Hanya satu kabupaten, yakni Klungkung yang dikuasai Partai Gerindra. 

Dengan peta dukungan parpol pendukung seperti ini, di atas kertas pasangan Jokowi-JK berpotensi memenangi pilpres di Bali. Dalam beberapa kali pilpres, Bali memang kerap kali memenangkan pasangan yang diusung PDI Perjuangan. Dalam pilpres 2004, pasangan Mega-Hasyim menangdi Bali. Begitu juga dalam pilpres 2009, pasangan Mega-Prabowo unggul di Bali. Tapi, secara nasional, pemenang pilpres adalah SBY-JK pada 2004 dan SBy-Boediono pada 2009. Lantas, bagaimana dengan pilpres 2014 ini? (b.)
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani