Menu

Mode Gelap
Tumpek Landep: Mengasah Senjata Paling Tajam dalam Hidup Siapkan “BMW” untuk Siswa, SMA Paris Gelar Ujian Kepariwisataan Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

Bali Jani · 3 Mar 2018 12:16 WITA ·

“Tri Bhuwana Kertih” Seniman Muda Bali dalam “Bali Art Carnaval 2018”


					“Tri Bhuwana Kertih” Seniman Muda Bali dalam “Bali Art Carnaval 2018” Perbesar

Tri Bhuwana Kertih bermakna keharmonisan tiga lapisan semesta. Manusia Bali selalu berikhtiar menjaga keseimbangan tiga lapisan semesta itu. Konsep ini menjadi tema yang melandasi acara “Bali Art Carnaval 2018” sebagai pembuka Bali Mandara Nawanatya III 2018.
“Bali Art Carnaval” yang kedua kali ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pembukaan gelar seni akhir pekan Bali Mandara Nawanatya III yang dimulai hari ini, Sabtu (3/3). Agenda seni ini berlangsung hingga akhir tahun 2018  di Taman Budaya Art Center, Denpasar. “Bali Art Carnaval” dibuka Gubernur Bali, Made Mangku Pastika.


Bali Mandara Nawanatya didedikasikan bagi seniman-seniman muda Bali. Gubernur Mangku Pastika mengapresiasi gelaran Bali Mandara Nawanatya ini. “Kami harapkan ke depan lebih banyak lagi pesertanya, sehingga bisa memberi arti terhadap ajang Bali Mandara Nawanatya, karena memang ajang yang diberikan kepada anak-anak muda,”  kata Pastika.
Mangku Pastika juga mengapresiasi para peserta karnaval yang telah memanfaatkan barang-barang bekas seperti koran, plastik, botol, hingga daun lontar, menjadi kostum karnaval yang begita indah dan unik. “Dengan menggunakan botol-botol bekas itu, sebenarnya ide kita tentang daur ulang, sehingga persoalan sampah kita menjadi sedikit tertangani,” tegas Pastika.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha mengatakan dengan dilaksanakannya “Bali Art Carnaval” merupakan yang kedua kali. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Dewa Beratha berharap kegiatan “Bali Art Carnaval” bisa menjadi ajang kesenian yang mendunia, seperti halnya pawai Pesta Kesenian Bali yang selama ini juga diikuti partisipan dari mancanegara. Saat ini, “Bali Art Carnaval” baru diikuti seniman muda Bali dan partisipasi dari Banyuwangi. “Ke depan kami harapkan menjadi even yang mendunia sehingga bisa diikuti bukan saja seniman-seniman muda Bali, dan Nusantara, tetapi juga negara lain,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh para seniman muda dari Bali, namun dimeriahkan pula oleh undangan kehormatan dari Banyuwangi Ethno Carnaval. Sejumlah duta maupun seniman dari Bali yang turut berpartisipasi dalam karnaval, di antaranya Yayasan Penggak Men Mersi, SMA Bali Mandara, Kisrama Production-Singaraja, Fortuna Management-Singaraja, dan Komunitas Seni Pancer Langit.
Musik pengiring dibawakan oleh sekitar 100 orang yang berasal dari Sekaa Okokan Brahma Diva Kencana-Tabanan, Marching Band Suara Smansa Denpasar, dan Sekaa Baleganjur “Babaiswara” Komunitas Seni Pancer Langiit. Usai beraksi di depan Gubernur Bali dan para undangan kehormatan, peserta karnval berjalan menyusuri Jalan Surapati menuju Jalan Hayam Wuruk Denpasar, dan mengakhiri rute pawai di depan Taman Budaya Art Center Denpasar di Jalan Nusa Indah, Denpasar. (b.)

Teks dan Foto: Dhirenda

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 289 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mategepan, Wimbakara Bulan Bahasa Bali ring SMA Paris Klungkung

27 Februari 2026 - 15:12 WITA

Isyarat Regenerasi dari Lomba Musikalisasi Puisi Bali

17 Februari 2026 - 22:31 WITA

Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

16 Februari 2026 - 22:37 WITA

Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali

15 Februari 2026 - 21:45 WITA

Ketika Presiden Soroti Sampah Pantai Kuta, Jangan Lupakan Amanat UU Pengelolaan Pesisir

5 Februari 2026 - 06:02 WITA

Aksara Bali Naik Kelas, Dari Panggung Budaya ke Etalase Produk

1 Februari 2026 - 22:32 WITA

Trending di Bali Jani