Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Bali Jani · 10 Agu 2018 15:23 WITA ·

Malam Puisi Penyair-Politisi Bali


					Malam Puisi Penyair-Politisi Bali Perbesar

Kamis (9/8) malam terasa begitu istimewa di panggung terbuka Kriya Mandala, Taman Budaya-Art Center, Denpasar. Malam itu, para sastrawan Bali pesta puisi bersama Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, Gubernur terpilih Bali, I Wayan Koster serta sejumlah pejabat lain. Malam apresiasi sastra digelar serangkaian hari jadi ke-60 Provinsi Bali. Yang membuat istimewa, para bagawan sastra di Bali turut hadir, seperti Umbu Landu Paranggi, Abu Bakar dan Gusti Putu Bawa Samar Gantang. Para penyair lain juga ikut hadir, di antaranya Warih Wicaksana, Made Adnyana Ole, Mas Ruscita Dewi, Jengki Sunarta dan sejumlah penyair muda seperti Heri Windi Anggara dari Komunitas Seni Sekali Pentas, Pande Jati dan Agung Ocha.


Pusat perhatian tentu saja tertuju kepada Umbu. Pengasuh halaman sastra Bali Post Minggu ini tak hanya membaca sajak, tetapi juga melontarkan pertanyaan menarik kepada Gubernur terpilih, Wayan Koster. “Bali daerah istimewa yang tidak pernah disebut-sebut. Lain halnya DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan DI Aceh. Bagaimana (Pusat) memperlakukan  Bali,” ucap Umbu  setengah bertanya.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika bahkan sempat membacakan puisi yang ditulisnya menjelang acara. Puisi itu berjudul “Perjalanan”. “Saya tulis ini tadi (Kamis– red) sore. Sekitar 20 menit lamanya,” ungkap Gubernur Pastika sebelum membacakan puisinya. 
Tidak hanya Gubernur Pastika, beberapa pejabat lainnya juga berkesempatan membaca puisi di hadapan masyarakat dan pelajar SMA/SMK yang duduk lesehan menghadap panggung. Beberapa di antaranya Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha. 
Tak ketinggalan Gubernur terpilih I Wayan Koster juga turut ambil bagian. Dia membawakan puisi “Kutitipkan Satu Hati” karya istrinya tercinta, Putri Suastini. “Puisi ini karya istri saya sewaktu pacaran. Pacaran tahun 1998, menikah Desember 1999,” kenang Koster usai membacakan puisi karya istrinya itu. 
Putri Suastini pun tak ketinggalan menyumbang satu puisi. Dia yang selama ini juga dikenal sebagai sastrawan dan pemain teater tampil menawan di atas panggung. Puisi berjudul “Agustus” karya Yudistira AMM Masardi dia dibawakan dengan semangat membara. Diiringi dengan musik modern, penampilannya pun menggugah perhatian para kawula muda, begitu juga masyarakat yang menonton. 
Putri Suastini mengapresiasi langkah Pemprov Bali karena mengadakan malam apresiasi sastra dengan menampilkan para penyair-penyair ternama. Menurutnya, Pemprov Bali telah mendirikan tonggak apresiasi sastra modern. Dia berharap sastra modern menjadi lebih berkembang di Pulau Dewata.
“Seni sastra modern akan menjadi bagian dari kesenian Bali ke depan. Wahana sudah ada, kita isi bersama untuk lebih majunya seni-budaya di Provinsi Bali,” ujarnya. (b.) 

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani