Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Bali Jani · 21 Feb 2018 22:10 WITA ·

Guru PAUD Penting Menempa Kemampuan Mendongeng


					Guru PAUD Penting Menempa Kemampuan Mendongeng Perbesar

Guru-guru di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) penting menempa kemampuan mendongeng atau masatua Bali. Pasalnya, guru-guru PAUD itu berhadapan dengan anak-anak yang sedang menjalani proses tumbuh kembang. Di sisi lain, kebiasaan mendongeng sudah semakin ditinggalkan kalangan orangtu. Terlebih lagi ketika televisi dan internet begitu kuat pengaruhnya. Padahal, mendongeng bermanfaat untuk menumbuhkan kecerdasan linguistik, kreativitas dan kepekaan anak-anak. Itu sebabnya, Balai Bahasa Bali menggelar lomba mendongeng (masatua) Bali bagi guru pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Kota Denpasar bertepatan dengan peringatan hari Bahasa Ibu Internasional, Rabu (21/2) di aula Balai Bahasa Bali, Denpasar.

Para pemenang lomba Guru PAUD Mendongeng Bali berpose bersama juri dan panitia.
Ketua Panitia, Ni Putu Ekatini Negari menjelaskan para peserta mengangkat cerita rakyat Bali yang mengandung kearifan lokal dan dapat berdampak positif bagi pembentukan karakter bangsa. “Guru-guru PAUD yang setiap hari berhadapan dengan anak-anak penting menempa kemampuan mendongeng,” kata Ekatini Negari.
Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Bahasa Bali, Mashuri dalam sambutannya mengungkapkan ada beberapa manfaat mendongeng bagi anak, antara lain anak mengenal kosakata baru dan kemampuan berbahasanya meningkat, anak mampu menyimak cerita dan berani bertanya, anak memiliki daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi, anak memiliki nilai moral, budaya dan karakter yang baik, dan anak memiliki kemampuan emosi yang terjaga dan mempererat ikatan emosi dengan orang tua. Lomba mendongeng, kata Mashuri, bertujuan menumbuhkembangkan sikap positif dan rasa cinta terhadap bahasa ibu, mendorong minat guru PAUD untuk masatua Bali kepada anak didik, dan mengembangkan potensi guru PAUD dalam masatua Bali sesuai dengan karakteristik anak didik.
Dewan juri yang terdiri atas Made Taro, AA Sagung Mas Ruscita Dewi, dan I Made Merta menetapkan Ni Made Ayu Sari (TK Hainan, Denpasar Selatan) sebagai pemenang I. Pemenang II, Ni Wayan Candrawati (TK Lumbung Sari, Denpasar Utara); pemenang III, Ni Made Mestriani  (PAUD Dyatmika, Denpasar Timur); pemenang harapan I, AA Made Ardani (PAUD Publik School, Denpasar); pemenang harapan II, Ni Ketut Anggreni (TK Kumara Sari, Denpasar Selatan), dan pemenang harapan III, Ni Wayan Madri (TK Kumara Eka Santhi, Denpasar Barat). Tiap pemenang mendapatkan uang pembinaan dan piagam penghargaan. Pemenang I mendapat Rp 2 juta, pemenang II Rp 1.5 juta, pemenang III Rp 1 juta dan pemenang harapan I, I, III mendapat Rp 750 ribu. Penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada bulan Juni 2018 bertepatan dengan peringatan HUT ke-71 Balai Bahasa Bali. (jay)

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani