Menu

Mode Gelap
Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali Aksara Bali Naik Kelas, Dari Panggung Budaya ke Etalase Produk Jadikan Semangat Perang Kusamba Inspirasi Menjaga Warisan Budaya Nyepi Segara HARSA: Harmoni Paris Berkarya Warnai HUT ke-41 SMA Paris Klungkung

BALI FIGUR · 25 Jan 2014 04:33 WITA ·

Ika Minta Dukungan Krama Bali di Ajang PPI 2014


					Ika Minta Dukungan Krama Bali di Ajang PPI 2014 Perbesar

Teks: Jagadhita, Foto: Repro: youtube

Made Ika Kusuma Dewi, 20, gadis asal Banjar Pande, Blahbatuh, Gianyar yang dinobatkan sebagai Putri Bali 2013 pada 22 Desember 2013 lalu meminta dukungan krama Bali dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2014. Puncak acara atau grand final digelar 29 Januari mendatang. Ika kini menjalani masa karantina di Jakarta.
Ika saat dinobatkan sebagai Puteri Bali 2013 
Ika mengaku tidak memasang target. Yang terpenting, kata Ika, dirinya melakukan yang terbaik. “Tanggung jawab yang saya emban sekarang lebih besar karena saya membawa nama Bali,” ujar perempuan yang memiliki moto the key to happiness is having dream and the key to success ia making them come true ini.
Karena itu, Ika tetap mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Putri kedua guru besar Fakultas Sastra dan Budaya Unud, Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S., ini terus mengikuti perkembangan informasi terkini, membenahi penampilan dan sikap, melakukan perawatan termasuk luluran serta berlatih tari Tenun. Ika sengaja memilih tari Tenun karena gerakannya sederhana tetapi penuh keanggunan dan pakaian yang dikenakan untuk menarikan tari ini juga sederhana. Selain itu, alasan lain memilih tari Tenun, karena tenun merupakan budaya bangsa yang patut dilestarikan. Dia sudah berlatih tari ini sejak empat bulan yang lalu.

Nyoman Weda Kusuma, ayah Ika memohon dukungan krama Bali agar putrinya bisa mengharumkan nama Bali di ajang tahunan bergengsi itu. “Mohon diberi dukungan melalui pesan pendek SMS dengan mengetik: PPIK BALIdikirim ke 7288 hingga 29 Januari 2014 malam,” pinta Weda. (b.)
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ketika Suara Remaja Membuat Juri Lagu Pop Bali Menangis di Ksirarnawa

16 Februari 2026 - 22:37 WITA

Janggal dan Tengal: Ketika AI Masuk ke Cerpen Bali

15 Februari 2026 - 21:45 WITA

Ketika Presiden Soroti Sampah Pantai Kuta, Jangan Lupakan Amanat UU Pengelolaan Pesisir

5 Februari 2026 - 06:02 WITA

Aksara Bali Naik Kelas, Dari Panggung Budaya ke Etalase Produk

1 Februari 2026 - 22:32 WITA

Jadikan Semangat Perang Kusamba Inspirasi Menjaga Warisan Budaya Nyepi Segara

5 November 2025 - 20:53 WITA

Habis PKB, Terbitlah FSBJ: Merajut Kesinambungan Seni Tradisional dan Modern

19 Juli 2025 - 23:18 WITA

Trending di Bali Jani