Menu

Mode Gelap
Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah? Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

Bali Jani · 29 Apr 2015 23:03 WITA ·

Seruan “Boikot Bali” Pascaeksekusi Mati Duo Bali Nine, Adakah Dampaknya?


					Seruan “Boikot Bali” Pascaeksekusi Mati Duo Bali Nine, Adakah Dampaknya? Perbesar

Pascaeksekusi dua terpidana mati asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang dijuluki sebagai “duo Bali Nine“, seruan “Boikot Bali” dan “Boikot Indonesia” menggema di media sosial. Banyak pengguna twitter dan facebook di Negeri Kangguru itu menulis tagar (hastag) #BoycotBali dan #BoycotIndonesia. Pemerintah Australia sendiri juga sudah menyatakan menarik duta besarnya di Indonesia pekan ini. Adakah seruan itu berdampak bagi pariwisata Bali

Australia masih menjadi negara asal wisatawan mancanegara yang paling banyak mengunjungi Bali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang dirilis awal Februari 2015 menunjukkan, sepanjang tahun 2014, jumlah wisatawan Australia ke Bali sebesar 27,88 persen. Di urutan kedua, Tiongkok 13,51 persen, disususl Malaysia 7,90 persen, Singapura 6,86 persen dan Jepang 6,29 persen.

Wisatawan asing di Pantai Kuta

Kalangan pelaku pariwisata menanggapi beragam kemungkinan dampak eksekusi mati dua warga Australia terhadap kunjungan wisatawan dari negara itu ke Pulau Dewata. Sejumlah pelaku pariwisata meyakini eksekusi mati itu pasti akan berpengaruh. Hal ini dilihat dari menguatnya reaksi negatif masyarakat Australia pada hari-hari menjelang eksekusi dilakukan.

Namun, tak sedikit yang yakin eksekusi mati terhadap duo Bali Nine bagi pariwisata Bali tidak akan begitu berdampak. Hal ini dikarenakan karakter wisatawan Australia yang memang sudah memiliki kedekatan emosional dengan Bali. Di Australia, Bali sering dianggap sebagai “rumah kedua”. Biaya murah dan keramahan orang Bali menjadi daya tarik utama warga Australia sehingga tetap mengunjungi Bali. 

Itu sebabnya, Ketua Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, Ketut Ardana, sebagaimana dilansir Antara Bali, yakin eksekusi mati duo Bali Nine tidak akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan Australia ke Bali. Menurutnya, kecaman atas eksekusi mati itu hanya bersifat sementara dan situasi akan kembali normal. Ardana menyebut belum ada wisatawan Australia yang mengajukan pembatalan kunjungan ke Bali setelah eksekusi mati dilakukan. 

Keyakinan Asita Bali juga diperkuat kabar dari Australia sendiri. The Sydney Morning Herald dalam situsnya mengabarkan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan pemboikotan kunjungan terhadap objek wisata di Indonesia, terutama Bali. Maskapai penerbangan Qantas dan agen perjalanan wisata daring, Webjet, justru mencatat permintaan penerbangan ke Bali justru meningkat sekitar 42% selama empat minggu dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  (b.)


http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih

4 September 2022 - 09:52 WITA

Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama

31 Agustus 2022 - 12:40 WITA

Upacarai 185 Sawa, 48 Patulangan Diarak Menuju Setra

19 Agustus 2022 - 08:50 WITA

Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang

8 Agustus 2022 - 18:20 WITA

Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi

6 Agustus 2022 - 16:40 WITA

Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

26 Juli 2022 - 17:19 WITA

Trending di Bali Jani