Menu

Mode Gelap
Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi “Pacingkreman”, Kearifan Lokal Bali yang Mendasari Pendirian LPD Rayakan HUT ke-38, SMA Paris Klungkung “Rises From Pandemic” Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

Bali Iloe · 9 Mei 2014 03:23 WITA ·

Asal Mula Kota Bangli


					Asal Mula Kota Bangli Perbesar

Tanggal 10 Mei 2014 besok, Kota Bangli tepat berusia 810 tahun. Sejak tahun 1991, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli menetapkan tanggal tersebut sebagai hari jadi kotanya. Tanggal itu dirunut dari prasasti Kehen C yang dikeluarkan Raja Shri Adi Kunti Kentana pada tahun saka 1126 atau tahun 1204 masehi. 

Prasasti inilah yang pertama kali menyebut nama Bangli. Prasasti itu memuat perintah raja yang disampaikan kepada putranya agar orang-orang Bangli tidak meninggalkan desanya. Rumah-rumah rakyat diminta untuk diperbaki dan lahan sawah serta pertanian dikerjakan. Bersamaan dengan perintah itu, raja juga memberikan keringanan bahkan penghapusan pajak kepada penduduk. Selain itu, raja juga menetapkan batas-batas wilayah kramani Bangli yaitu sebelah utara, Tegalsana dan Gelinggang, sebelah selatan Tegalalang, Tegal dan Bebalang, serta sebelah barat, Tukad Sangsang.

Pintu gerbang Kota Bangli (sumber: www.banglikab.go.id)

Namun, seperti yang ditulis I Nyoman Singgin Wikarman dalam buku, Bangli Tempo Doeloe (Yayasan Wikarman Bangli, 2003), Bangli diberikan status baru sebagai panegara atau kerajaan vasal di bawah pusat pemerintahan langsung kerajaan Gelgel dengan pengangkatan I Gusti Wija Pulada sebagai Anglurah di Bangli pada Soma Julungwangi, Sasih Kesanga Penanggal ping 9 Caka 1375. Jika dikomparasikan dengan tahun Masehi, maka saat pengangkatan tersebut yakni 14 Maret 1453 Masehi. 

Sementara itu, Bangli sebagai sebuah kerajaan yang berdaulat lepas dari kekuasaan Gelgel pada tahun 1686 , ketika terjadi pemberontakan I Gusti Agung Maruti di Gelgel. Puri Bangli sebagai pusat kota kerajaan Bangli sendiri mulai didirikan I Dewa Gde Bencingah sekitar tahun 1576 Masehi, setelah I Gusti Peraupan dikalahkan Tamanbali dan Nyalian. 

Namun, yang dipilih sebagi hari jadi kota Bangli bukanlah 14 Maret 1453, melainkan 10 Mei 1204. Hal ini, menurut Singgin, didasari pemikiran bahwa prasasti Kehen C menunjukkan Bangli ketika itu sudah menjadi sebuah kesatuan wilayah menyusul adanya penetapan batas-batas wilayah oleh raja. 

Asal-usul nama Bangli sendiri yang berkembang di tengah–tengah masyarakat memiliki banyak versi. Dalam babad dan cerita rakyat setempat disebutkan, Bangli berasal dari kata Jarak Bang atau Bangkliki. Konon, Bangli didirikan di atas hutan jarak. Namun, ada juga cerita-cerita yang menyebutkan nama Bangli berasal dari kata banggi yang berarti “kurang ramah”. (b.)

Teks: I Made Sujaya
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Udayana: Raja Bali Kuno yang Terbuka dan Mau Mendengar Suara Rakyat

26 Mei 2022 - 22:18 WITA

Negara Mungkin Belum Mengakui, Tapi Dewa Agung Istri Kanya Tetap Pahlawan di Hati Rakyat Klungkung

24 Mei 2022 - 23:12 WITA

Membaca Pesan Perang Jagaraga

9 Juni 2021 - 03:47 WITA

“Bulan Pejeng”: Bulan yang Jatuh, Subeng Kebo Iwa atau Mas Kawin?

25 Mei 2021 - 23:02 WITA

Detik-detik Perang Kusamba 24-25 Mei 1849

24 Mei 2021 - 01:27 WITA

Menengok Krisis Ekonomi Bali Pada Masa Depresi Global 1930-an

21 Mei 2021 - 23:17 WITA

Penduduk Bali 1930
Trending di Bali Iloe