Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Resensi · 2 Jun 2013 11:10 WITA ·

Membaca Bali dari Jejak Putu Setia


					Membaca Bali dari Jejak Putu Setia Perbesar

Oleh: I Made Sujaya 

Judul Buku  : Wartawan Jadi Pendeta Sebuah Otobiografi
Penulis          : Putu Setia
Penerbit        : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun            : 2013
Tebal              : ix + 404 halaman

Putu Setia, wartawan yang kemudian menjadi redaktur senior majalah Tempo, tidak pernah menduga dirinya akan menjadi seorang pendeta. Dari keluarga miskin di Bali, Putu Setia melakoni kehidupan yang keras. Ia pernah menyaksikan kelamnya tragedi pasca-G30S (pembantaian PKI) dan Peristiwa Buleleng (penggolkaran Bali), berhenti sekolah karena persoalan biaya, merasakan sulitnya menjadi anak panggung, hingga akhirnya menemukan gairah dalam dunia jurnalistik yang ia tekuni selama lebih dari tiga dekade. Dunia yang mengasah idealisme dan memapankan kehidupan.

Namun, bagi Putu Setia, hidup bukan hanya tentang materi, melainkan proses dalam mensyukuri segala hal yang telah semesta beri, bagaimana pun caranya. Menjadi pendeta dan mengabdikan dirinya pada umat merupakan cara yang dipilih Putu Setia untuk mensyukuri kehidupan –selain membayar utang budi terhadap leluhur. Nama Putu Setia pun berganti menjadi Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda dan akrab disapa “Mpu Jaya Prema”.

Buku ini menuturkan kisah Mpu Jaya Prema dalam menjalani transformasi spiritual untuk menjadi seorang pendeta. Tidak hanya itu, Mpu Jaya Prema juga mengajak untuk menelusuri seluk-beluk kehidupan sosial dan adat istiadat Bali, memahami makna yang terdapat dalam setiap tradisi. Dituturkan dengan rinci dan jernih, buku ini membuat pembaca seolah-olah hadir dalam setiap pengalaman yang ia kisahkan. Membaca jejak Mpu Jaya Prema dalam buku ini seperti membaca lintasan sejarah Bali dengan sentuhan manusiawi yang kental. (b.)
__________________________________ 
Penyunting: NYOMAN SAMBA
http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Made Taro Mengenalkan Alam Melalui “Plalian”

14 April 2018 - 14:19 WITA

Dongeng-dongeng Paket Hemat Ala Made Taro

14 Agustus 2017 - 07:33 WITA

Lawar Goak: Kisah Bali yang Benar-benar Bali

29 November 2014 - 22:36 WITA

Sejarah Kecil Bali dari Wartawan Tiga Zaman

15 Desember 2013 - 16:39 WITA

Menjinakkan “Bom” dengan Nurani

12 Desember 2007 - 03:40 WITA

Trending di Bali Pustaka