Menu

Mode Gelap
Patung Angsa Terbesar di Indonesia Jadi Ikon Bendungan Tamblang Pascapandemi, LPD Kedonganan Mantapkan Transformasi Tata kelola dan Kaderisasi “Pacingkreman”, Kearifan Lokal Bali yang Mendasari Pendirian LPD Rayakan HUT ke-38, SMA Paris Klungkung “Rises From Pandemic” Perjanjian Adat Sekala-Niskala Bisa Minimalisasi Kegagalan Kredit di LPD

Bali Iloe · 27 Feb 2013 06:07 WITA ·

I Gusti Ngurah Made Pemecutan, Pendiri Kota Denpasar


					Tentara Belanda di depan Puri Denpasar, 20 September 1906. (balisaja.com/repro: Seabad Puputan Badung Perspektif Belanda dan Bali, 2012) Perbesar

Tentara Belanda di depan Puri Denpasar, 20 September 1906. (balisaja.com/repro: Seabad Puputan Badung Perspektif Belanda dan Bali, 2012)

Jika peresmian Puri Denpasar ditetapkan sebagai tonggak kelahiran Kota Denpasar, maka I Gusti Ngurah Made Pemecutan, Raja Denpasar I, merupakan pendiri Kota Denpasar. Pasalnya, raja inilah yang membangun Puri Denpasar di atas bekas Taman Denpasar. Siapa sejatinya I Gusti Ngurah Made Pemecutan?

Menurut tokoh Puri Pemecutan yang juga penekun sejarah, Drs. AA Ngurah Putra Darmanuraga, I Gusti Ngurah Made Pemecutan merupakan cicit dari Kyai Anglurah Pemecutan Sakti atau Kyai Anglurah Pemecutan III yang beristri Ni Gusti Ayu Bongan, putri Raja Mengwi. Dari pernikahan dengan Ni Gusti Ayu Bongan ini lahir Kyai Agung Gede Oka atau Kyai Anglurah Gede Oka.

“Setelah lahirnya Kyai Agung Gede Oka inilah didirikan Puri Kaleran Pemecutan yang dikenal juga dengan sebutan Puri Kaler Kawan,” beber Darmanuraga dalam buku Perjalanan Arya Damar dan Arya Kenceng di Bali.

Kyai Agung Gede Oka berputra Kyai Anglurah Gede Ngurah yang mendapat tugas dari Kyai Jambe Ksatria dari Puri Jambe Ksatria (Puri Agung Satria) untuk mengelola Taman Denpasar. Dari Kyai Anglurah Gede Ngurah inilah lahir I Gusti Ngurah Made Pemecutan yang melanjutkan tugas ayahandanya mengelola Taman Denpasar. I Gusti Ngurah Made Pemecutan memiliki adik laki-laki, I Gusti Ngurah Rai serta dua orang saudara perempuan. Ngurah Rai kemudian berkonflik dengan Kyai Jambe Ksatria yang berujung pada terbunuhnya Kyai Jambe Ksatria. Peristiwa ini kemudian menandai berakhirnya kekuasaan Kejambean beralih ke tangan I Gusti Ngurah Made Pemecutan.

“I Gusti Ngurah Made Pemecutan mengawini janda Kyai Jambe Ksatria yang merupakan salah seorang putri dari Puri Pemecutan serta adik tiri Kyai Jambe Ksatria, bernama Ni Gusti Ayu Jambe,” terang Darmanuraga. Selain itu, kata Darmanuraga, I Gusti Ngurah Made Pemecutan juga memiliki sejumlah istri lain.

I Gusti Ngurah Made Pemecutan memimpin Kerajaan Badung secara bersama-sama dengan Arya Ngurah Gede Raka atau Kyai Agung Gede Raka yang bertahta di Puri Pemecutan dengan gelar Kyai Anglurah Pemecutan VI. Pemerintahan kembar ini merupakan tradisi yang dilanjutkan sejak awal pendirian Kerajaan Badung. Kala itu, kepemimpinan Badung dipegang Puri Alang Badung dan Puri Pemecutan. Puri Alang Badung berpindah ke Puri Jambe Ksatria atau Puri Satria yang kemudian dilanjutkan Puri Denpasar.

Pada tahun 1805 atau 17 tahun setelah berdirinya Puri Denpasar, Badung menyerang Jembrana. Kerajaan ujung Barat Bali itu berhasil dikuasai Badung. Tapi, tiga tahun kemudian, kekuasaan Badung di Jembrana diambil alih Buleleng setelah laskar Buleleng berhasil mengalahkan Kapten Patini yang diberi mandat memegang kekuasaan Badung atas Jembrana. Pada tahun 1808, Badung juga menandatangani kontrak kerja sama dengan Belanda tetapi dibatalkan pihak Belanda karena tidak sesuai dengan harapannya.

I Gusti Ngurah Made Pemecutan mengakhiri kepemimpinannya di Puri Denpasar pada tahun 1813. Kekuasaannya digantikan putra tertuanya, I Gusti Gede Ngurah Pemecutan. (b.)

  • Penulis: I Made Sujaya
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Udayana: Raja Bali Kuno yang Terbuka dan Mau Mendengar Suara Rakyat

26 Mei 2022 - 22:18 WITA

Negara Mungkin Belum Mengakui, Tapi Dewa Agung Istri Kanya Tetap Pahlawan di Hati Rakyat Klungkung

24 Mei 2022 - 23:12 WITA

Membaca Pesan Perang Jagaraga

9 Juni 2021 - 03:47 WITA

“Bulan Pejeng”: Bulan yang Jatuh, Subeng Kebo Iwa atau Mas Kawin?

25 Mei 2021 - 23:02 WITA

Detik-detik Perang Kusamba 24-25 Mei 1849

24 Mei 2021 - 01:27 WITA

Menengok Krisis Ekonomi Bali Pada Masa Depresi Global 1930-an

21 Mei 2021 - 23:17 WITA

Penduduk Bali 1930
Trending di Bali Iloe