Menu

Mode Gelap
Pelajaran Bahasa Bali, Menggali Kuburan Kata-kata Nyoman Weda Kusuma: Dari Tukang Sapu Pasar ke Guru Besar Usai Ngeroras, Desa Adat Kusamba Nuntun ke Goa Lawah dan Besakih Upacarai 223 Puspa, Ngeroras di Kusamba Dihadiri Ribuan Krama Benarkah Modal LPD dari Pemerintah?

Bali Iloe · 19 Mei 2009 06:40 WITA ·

Sejak 2000 Tahun Lalu Orang Bali sudah Gunakan Produk Impor


					Sejak 2000 Tahun Lalu Orang Bali sudah Gunakan Produk Impor Perbesar

Pandangan yang menyebutkan bahwa sikap hidup konsumtif dan hedonis orang Bali baru kali muncul ketika Bali mendapat sentuhan budaya global, terbantahkan. Berdasarkan temuan-temuan arkeologis, orang Bali ternyata sudah memiliki sikap hidup konsumtif dan hedonis sejak 2000 tahun silam. Bahkan, sudah pada abad ke-2 sebelum Masehi, orang Bali terbiasa menggunakan produk-produk impor dari Cina dan India.

Hal ini terungkap dalam seminar seri sastra, sosial dan budaya yang digelar Fakultas Sastra, Universitas Udayana (Unud), Jumat, 15 Mei 2009 lalu di gedung Widya Sabha Prof. Dr. IB Mantra, Kampus Jalan Pulau Nias, Denpasar. Tampil sebagai pembicara dalam seminar tersebut, Dekan Fakultas Sastra Unud, Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., dan dosen Jurusan arkeologi Faksas Unud, Rochtri Agung Bawono, S.S.,M.Si. 
Menurut Ardika, sudah sejak 2000 tahun lalu Bali terlibat dalam suatu perdagangan dunia/global, terutama dengan pedagang-pedagang Cina dan India. Berbagai tinggalan arkeologis di Bali menunjukkan hal itu, di antaranya ditemukannya nekara perunggu di Pejeng, miniatur nekara di sejumlah tempat, uang kepeng, serta benda-benda bekal kubur yang terdapat pada sejumlah sarkofagus. 
“Bali menjadi tempat bertemunya dua kebudayaan besar yakni Cina dan India,” kata Ardika. 
Sementara Rochtri menyampaikan temuannya mengenai sarkofagus di Pangkung Paruk, Seririt Buleleng. Dalam sarkofagus itu ditemukan adanya kerangka manusia lengkap dengan benda-benda bekal kubur. Salah satu benda bekal kubur yang ditemukan yakni cermin perunggu yang diduga berasal dari Cina. (b.)

http://feeds.feedburner.com/balisaja/pHqI
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Udayana: Raja Bali Kuno yang Terbuka dan Mau Mendengar Suara Rakyat

26 Mei 2022 - 22:18 WITA

Negara Mungkin Belum Mengakui, Tapi Dewa Agung Istri Kanya Tetap Pahlawan di Hati Rakyat Klungkung

24 Mei 2022 - 23:12 WITA

Membaca Pesan Perang Jagaraga

9 Juni 2021 - 03:47 WITA

“Bulan Pejeng”: Bulan yang Jatuh, Subeng Kebo Iwa atau Mas Kawin?

25 Mei 2021 - 23:02 WITA

Detik-detik Perang Kusamba 24-25 Mei 1849

24 Mei 2021 - 01:27 WITA

Menengok Krisis Ekonomi Bali Pada Masa Depresi Global 1930-an

21 Mei 2021 - 23:17 WITA

Penduduk Bali 1930
Trending di Bali Iloe